Berita Riau

Naik 8 Centimeter, Ketinggian Air Sungai Kampar di Pelalawan Riau Dinilai Masih Normal

Ketinggian air Sungai Kampar terdeteksi meningkat 8 centimeter dari debit air sehari sebelumnya.

Naik 8 Centimeter, Ketinggian Air Sungai Kampar di Pelalawan Riau Dinilai Masih Normal
Istimewa
Level indikator air Sungai Kampar di Simpang Kualo Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Ketinggian air sungai-sungai besar di kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau terus dipantau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan selalu mengontrol perkembangan debit air sungai besar, khususnya Sungai Kampar dan Sungai Nilo. Setiap hari penambahan ketinggian air selalu dilaporkan dan diukur serta dibanding dengan hari sebelumnya.

"Minggu, Sungai Kampar pada ketinggian 1,50 meter dari batas pengukuran. Alhamdulillah masih dalam kondisi normal," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Minggu (8/12/2019).

Ketinggian air Sungai Kampar terdeteksi meningkat 8 centimeter dari debit air sehari sebelumnya.

Kenaikan permukaan sungai dipengaruhi oleh hujan yang turun semakin intens sejak awal Bulan Desember. Ditambah lagi dengan air kiriman dari daerah-daerah di bagian hulu sungai.

Meski peningkatan debit air terus terjadi, BPBD memastikan belum ada genangan air atau banjir akibat melubernya sungai di sepanjang daerah bantaran. Demikian juga dengan desa-desa yang menjadi langganan banjir hingga kini masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD seputar perkembangan level air di PLTA Koto Panjang, elevasi saat ini mencapai 81,65 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL).

Jika air dilepas dari PLTA akan sangat berpengaruh terhadap ketinggiar air sungai-sungai di Pelalawan.

"Seluruh stakeholder saat ini intens berkomunikasi dan melaporkan kondisi daerahnya terkini. Ketika terjadi banjir atau genangan, bisa secepatnya ditangani," tambah Hadi Penandio.

Status itu berlangsung mulai tanggal 4 sampai 31 Desember mendatang. Penetapan siaga darurat bencana itu berdasarkan curah hujan yang semakin tinggi, debit air beberapa sungai yang semakin meningkat, serta ketinggian air di PLTA Koto Panjang sudah mendekati ketinggian maksimal pada angka 80,43 MDPL.

BPBD merilis ada 27 desa di Pelalawan yang rawan banjir tersebar di enam kecamatan. Seluruh perangkat desa dan camat serta kepolisian maupun TNI yang ada di wilayah rawan banjir diminta untuk selalu waspada dan melakukan sosialisasi kepada masyarat akan bencana banjir dan longsor. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved