Kasus Pencabulan di Riau

TERUNGKAP 16 Gadis di Riau Dicabuli Satu Pemuda, Pelaku Beraksi di Gang Sempit, Pelaku Tidak Gila

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik sejauh ini tersangka sehat jasmani dan rohani dan bisa menyampaikan apa yang dilakukan," ujar Kapolres

net
TERUNGKAP 16 Gadis di Riau Dicabuli Satu Pemuda, Pelaku Beraksi di Gang Sempit, Pelaku Tidak Gila-Ilustrasi 

TERUNGKAP 16 Gadis di Riau Dicabuli Satu Pemuda, Pelaku Beraksi di Gang Sempit, Pelaku Tidak Gila

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Berawal dari satu kasus yang dilaporkan ke polisi, akhirnya terungkap 16 gadis belia di Riau dicabuli seorang pemuda yang masih berumur 19 tahun.

Dari kasus pertama itu juga terungkap bahwa pelaku keliling kampung cari mangsa dan melancarkan aksinya ketika menemukan gadis belia di gang sempit atau di jalan sepi.

Pelaku yang merupakan pemuda berusia 19 tahun itu bernisial JT, dan kasus pencabulan terhadap 16 orang anak di bawah umur ini menjadi perhatian masyarakat di Kepulauan Meranti.

Atas aksi cabul yang dilakukan tersangka, polisi sudah melakukan pemeriksaan dan tersangka JT diketahui tidak memiliki gangguan kejiwaan atau gila.

"Dari penyidik kami akan menghadirkan ahli medis psikiater, tapi yang jelas ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik sejauh ini tersangka sehat jasmani dan rohani dan bisa menyampaikan apa yang dilakukan," ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa pelaku tidak menargetkan orang yang akan menjadi korbannya.

"Artinya pada saat ada kesempatan, korban berkeliling di gang-gang dan jalan yang sempat dan ketika ada melihat anak tanpa ada pendamping dan sepi, tersangka kemudian melancarkan aksinya," ujar Kapolres.

Begini Kronologi dan Modusnya

Pria berinisial JT (19) tahun diamankan Polres Kepulauan Meranti karena melakukan pencabulan terhadap 16 gadis yang pada umumnya anak dibawah umur. 

Adapun kronologis kejadian yang disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat saat keterangan pers di Mapolres Kepulauan Meranti pada Kamis (16/1/2020), tersangka diamankan karena laporan dari orang tua korban.
"Pada hari Senin tanggal 13 Januari 2020 sekira pukul 11.30 di Jalan Rintis gang Habit kecamatan Tebing Tinggi terjadi perkara tindak pidana melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka," ujar Taufiq.
Adapun korban saat itu adalah gadis dibawah umur berinisial SAZ.
"Tersangka terhadap korban menarik tangan kiri korban untuk naik ke atas sepeda motor yang dikendarai tersangka," ujar Kapolres.
Hal itu dilakukan tersangka agar bisa melancarkan aksi bejatnya dengan mencium dan meraba korban.
Kejadian tersebut kemudian dilihat oleh ibu kandung korban dari dalam rumah. 
"Kemudian ibu korban berteriak "woi kau mau culik anakku ya" sambil mendekati korban bersamaan dengan kakek korban," kata Kapolres menirukan ibu korban.
Saat mendengar hal tersebut tersangka langsung kabur mengendarai motor yang dibawanya.
Taufiq menjelaskan, adapun modus operandi yang digunakan tersangka mengendarai sepeda motor berkeliling untuk melancarkan aksinya.
"Tersangka kemudian menghampiri korban dengan alasan bertanya alamat, kemudian pelaku ada upaya untuk menarik baju atau tangan korban untuk dicium," ujarnya.
Dijelaskan Kapolres bahwa pelaku memang kerap melancarkan aksinya di jalan-jalan sempit dan juga sepi.
"Dari beberapa TKP memang banyak di sebuah gang, dan tempat-tempat sepi yang tidak diketahui orang banyak, tapi ada juga di samping gedung sekolah," ujar Kapolres.
Adapun motif pelaku dalam melaksanakan aksinya karena ingin melampiaskan nafsu birahinya.
Diduga kuat hal ini dilatarbelakangi karena pelaku sering menonton film porno melalui internet.
Setelah dilakukan analisa dan interogasi terhadap pelaku, pria yang tidak berkerja ini mengaku telah melakukan sebanyak 16 kali pencabulan terhadap anak perempuan dibawah umur yang berbeda dan ditempat yang berbeda pula untuk melampiaskan nafsunya dalam rentang waktu Desember 2019- Januari 2020.
"Saat kita periksa, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku telah melakukan pencabulan ini sebanyak 16 kali terhadap anak yang berbeda dan ditempat yang berbeda pula dalam rentang Desember 2019 sampai dengan Januari 2020," kata Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat.
Dikatakan Kapolres, ketika dilakukan interogasi yang lebih mendalam, diketahui pelaku tidak mengidap kelainan seksual melainkan dia terinspirasi film porno yang ditontonnya melalui jaringan internet, dan motifnya semata- mata hanya untuk kepuasan seksual.
Disampaikan lagi, dalam melancarkan aksi bejatnya, pelaku sengaja berkeliling menggunakan sepeda motor mencari target yang akan dinodainya.
Kebanyakan kejadian itu dilakukan ditempat yang sepi.
"Pelaku ini sengaja berkeliling mencari anak perempuan dibawah umur yang akan menjadi targetnya dengan modus bertanya alamat, jadi ketika ada kesempatan pelaku langsung melampiaskan nafsunya itu," ujar Taufiq.
Akibat perbuatan pelaku, korban yang sempat diperiksa oleh penyidik mengaku trauma atas kejadian tersebut.
"Dari pemeriksaan yang kita lakukan, terhadap korban, ada gejala trauma yang nampak dari korban, dimana mereka menjadi ketakutan jika bertemu dengan seseorang yang dianggap asing," kata AKBP Taufiq lagi.
Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved