Breaking News:

Pelalawan

Sehari Paramedis di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Pelalawan Riau Bisa Habiskan 15 Set APD Lengkap

Setiap hari petugas harus melayani pasien dengan menggunakan APD lengkap yang sifatnya sekali pakai dan langsung buang.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
Paramedis yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 RSUD Selasih Pangkalan Kerinci sedang memeriksa pasien PDP yang dirawat, Rabu (22/4/2020). 

 TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Tim gugus tugas penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan Riau menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis aman selama dua bulan kedepan.

Stok APD untuk paramedis yang bekerja di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci dinilai cukup.

Setelah tim gugus tugas menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, perusahaan, swasta, maupun perorangan.

Termasuk stok yang ada di gudang sebelumnya serta yang dibeli secara langsung oleh RSUD menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Pelalawan Sebar Surat Edaran Larang Warga Mudik Lebaran

Tiga PDP Meninggal, Empat Positif Covid-19, Namun Pemkab Pelalawan Riau Putuskan Tak Ajukan PSBB

Menurut Direktur Utama RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, dr Chairul Hamdi, banyak petugas media yang dilibatkan di ruang isolasi dalam rangk merawat warga yang berstatus Pasien Dalam Perawatan (PDP).

Di antarnya dokter umum, perawat, dokter spesialis, petugas labor, petugas ronsen, laundry, cleaning service, sanitasi, hingga petugas gizi.

Para petugas itu memakai APD lengkap seperti baju astronot sesuai standar dan protokol penanganan pasien Covid-19.

"Kita juga menjaga paramedis untuk safety dan jangan sampai tertular," ungkap dr Chairul Hamdi, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (22/4/2020).

RSUD Selasih, kata Chairul, memiliki enam ruang isolasi dengan tujuh kapasitas tempat tidur, dimana ada satu ruangan yang mempunyai dua ranjang pasien.

PT RAPP, APR, Asian Agri Serahkan Bantuan APD ke Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pelalawan

Tak Pernah ke Zona Merah, PDP Meninggal di Pelalawan Dimakamkan Pakai Protokol Covid-19

Setiap hari petugas harus melayani pasien dengan menggunakan APD lengkap yang sifatnya sekali pakai dan langsung buang.

Kondisi ini yang membuat kebutuhan APD tinggi di RSUD Selasih cukup banyak selama menangani pasien terindikasi virus corona.

Kepala Tata Usaha RSUD Selasih, Ramdani Kamal menyebutkan, dalam satu hari pihaknya menghabiskan 10 sampai 15 set APD di ruang isolasi Covid-19.

Hal itu diambil dari variabel kebutuhan terendah dan tertinggi, karena setiap hari berbeda-beda tergantung tingkat penanganan terhadap pasien. Selain itu, masing-masing petugas tidak setiap hari masuk ke kamar isolasi dan hanya yang wajib saja.

Dampak Virus Corona, 96 Pekerja Hotel dan Pusat Perbelanjaan di Pelalawan, Riau Dirumahkan

13 Warga Hasil Tracing 2 PDP Covid-19 yang Meninggal di Pelalawan Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya


APD yang dipakai petugas meliputi baju hazmat, kaca mata goole, pelindung wajah, pelindung kepala, dan sepatu boat.

Kemudian hand scoon atau sarung tangan dua lapis, dimana yang pendek di dalam dan yang panjang di luar. Selin itu masker juga dua lapis, jenis N 95 di dalam dan masker bedah di luar.

"Saat ini ada empat pasien PDP yang dirawat di ruangan isolasi kita. Penanganan dan perawatannya sesuai stand Covid," tandas Ramdani.

Petugas jaga memantau kondisi pasien setiap saat melalui kamera pengawas atau cctv yang dipasang. Kemudian berkomunikasi menggunakan alat pengeras suara dan saluran telepon. Hal itu untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan sang pasien.

"Kita juga selalu memberikan motivasi dan semangat kepada pasien yang menjalani isolasi. Agar mentalnya tetap kuat dan mereka betah di dalam kamar," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved