Sumbar
Ini Delapan Klaster Penularan Covid-19 di Sumbar, Paling Besar di Pasar Raya Padang
Pakar Epidemiologi Unand Defriman Djafri telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap ratusan pasien positif corona di Sumbar.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Jumlah kasus positif covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkat.
Sejauh ini data hingga 2 Mei 2020 kasus terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 182 kasus.
Pakar Epidemiologi Universitas Andalas (Unand), Defriman Djafri mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap ratusan pasien positif corona di Sumbar.
Dari penyelidikan itu, dia menyebut ditemukan adanya delapan klaster penularan virus corona atau Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar).
"Paling besar adalah klaster Pasar Raya dan Ambassador," kata Defriman Djafri dalam jumpa pers bersama IJTI Sumbar, Sabtu (2/5/2020).
Kalau dilihat kasus pertama yang menjadi sumber penularan, ia menjelaskan seorang tenaga kesehatan atau orang yang bekerja di instansi kesehatan.
• JENDERAL Bintang Tiga Asal Minangkabau Sumbar Dilantik Jadi Kepala BNPT, Ini Sosok dan Spesialisnya
• PSBB se-Riau, Pintu Masuk dari Sumbar dan Sumut Dijaga Ketat, Orang Masuk Diperiksa
• 1000 Orang Ini Mengaku Pernah Kontak dengan Pedagang Pasar Raya Padang yang Positif Virus Corona
Seorang tenaga kesehatan tersebut bekerja di puskesmas atau rumah sakit (RS), lalu menularkan kepada ibunya.
Kemungkinan, ibunya tersebut menularkan ke tetangga toko di pasar hingga pekerja toko dan akhirnya baru ke pedagang, lalu ke wiraswasta lainnya.
"Rantainya sudah panjang. Kalau generasi sudah masuk generasi keempat atau kelima," tutur Defriman Djafri.
Kemudian, di klaster Pengambiran adalah relawan medis yang produktif lalu menularkan ke petugas kesehatan lainnya.
Lalu, klaster Tarusan, Pesisir Selatan, pasien bekerja di Dinas Kesehatan di wilayahnya.
Belakangan diketahui, yang bersangkutan ikut seminar atau pelatihan di salah satu hotel di Padang.
Lucunya, ungkap Defriman Djafri, dalam informasi, orang yang ikut jadi peserta dalam kegiatan tersebut sudah di swab, tetapi tidak ada yang positif.
"Hanya dia saja, seharusnya banyak positif di situ. Ternyata ketahuan, dia kemungkinan ada riwayat satu kamar dengan orang Malaysia," ungkap ahli yang juga menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand ini.
Menurut Defriman Djafri, ini perlu diwaspadai sebab yang bersangkutan termasuk local transmision.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-vaksin-virus-corona.jpg)