Bengkalis

Ketua PWI : Pemerintah Bengkalis Buang-buang Anggaran Buat Dua Website Update Corona Bengkalis

Ketua PWI Bengkalis Alfis Nardo mengkritik 2 website milik Pemkab yang memberikan update informasi Covid-19, alasannya mubazir juga misinformasi.

Tribunpekanbaru.com/MuhammadNatsir
Ketua PWI Bengkalis Alfis Nardo 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Bukannya fokus memberikan informasi secara akurat dalam pencegahan Covid-19, Pemerintah Bengkalis malah membuang-buang anggaran membuat dua website Covid-19 untuk kabupaten Bengkalis. Dua website tersebut berisikan hal yang sama terkait data update penanganan Corona di Bengkalis.

Ketua PWI Bengkalis Alfis Nardo mengatakan, seharusnya pemerintah daerah tidak perlu membuang-buang anggaran sampai harus membuat dua website hanya untuk menyajikan data update Corona Bengkalis. Seharusnyahanya dengan satu website saja sudah cukup.

"Ini malah mubazir sampai dua website, satu website tim gugus, satu lagi website buatan Diskominfotik Bengkalis. Sementara di daerah lain tim gugus per daerah kita lihat seperti provinsi hanya memiliki satu website resmi untuk update data," tegas Alfis Nardo.

55 Orang PMI Bengkalis dari Malaysia yang Sempat Terlantar Akhirnya Tiba di Kota Bengkalis

Pengadilan Negeri Bengkalis Vonis Mati Cunding, Perkara 43 Kilogram Sabu di Riau

Pemilik Sabu 55 Kilogram yang Sempat Buron, Jef Sparao Akhirnya Divonis Mati Oleh PN Bengkalis

Dengan dua website masyarakat juga menjadi bingung untuk mempercayai data yang mana akan dipakai sebagai data resmi penanganan Covid pemerintah Bengkalis.

Sebagai contoh dua website pemerintah Bengkalis ini memiliki data yang berbeda dalam update terakhir mereka pertanggal 20 Mei.

Website tim gugus yang beralamatkan https://covid19-bengkaliskab.com/index.php, data ODP terakhir Bengkalis yang selesai pemantauan sebanyak 6027.

Sementara data dari website https://corona.bengkaliskab.go.id/web/link/data yang dibesut Diskominfotik Bengkalis menyajikan jumlah ODP selesai pematauan sebanyak 6026 ada selisih satu orang ODP.

Menurut Alfis, dengan dibuatnya dua website dengan fungsi yang sama, sama saja dengan membuang anggaran penangan Covid. Dimana kondisi pandemi saat ini seharusnya yang dilakukan harusnya menghemat anggaran oleh pemerintah.

Untuk pembuatan satu website saja biasanya bisa memakan anggaran sekitaran sepuluh sampai dua puluh juta. Sementara dibuat dua website namun fungsinya sama tentu buang buang anggaran.

PSBB Sudah Berlaku Efektif Hari Senin Ini, Dishub Bengkalis Masih Belum Tutup Sejumlah Ruas Jalan

Pasien Positif Covid-19 Satu Keluarga Klaster Magetan di Bengkalis Dalam Kondisi Baik di Karantina

"Ini yang namanya mubazir, kalau butuhnya satu kita buat satu, tidak perlu sampai dua seperti ini," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved