Virus Corona di Pelalawan

Diskes Pelalawan Ingatkan Puskesmas Selektif Keluarkan Surat Keterangan Sehat Bagi yang Bepergian

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, H Asril M.Kes, menyebutkan pihaknya tidak asal-asalan memberikan rekomendasi surat keterangan sehat

TribunPekanbaru/Johanes
Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, H Asril M.Kes. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Menyusul banyaknya warga yang mengurus surat keterangan sehat sebagai legalitas untuk bepergian menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Riau melakukan pemantauan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, H Asril M.Kes, menyebutkan pihaknya tidak asal-asalan memberikan rekomendasi surat keterangan sehat kepada masyarakat.

Ia juga telah mengimbau seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) dibawah koordinasi Diskes supaya selektif menerbitkan surat tersebut.

"Saya selalu mengimbau semua Faskes kita. Jangan sembarangan memberikan surat keterangan sehat bagi warga dan harus dicek betul kepentinganya," terang Asril kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (22/5/2020).

Asril menerangkan, surat keterangan sehat itu diterbitkan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) masing-masing.

Pemkab Pelalawan Riau Pastikan Tak Gelar Pawai Takbir, Shalat Ied dan Open House Idul Fitri 1441 H

Kondisi Kesehatan Pasien Positif Covid-19 di Pelalawan Stabil

Cuti Bersama Dibatalkan Besok Pegawai Wajib Berkantor,BKPSDM Pelalawan: Libur Lebaran Cuma Satu Hari

Diteken oleh kepala Puskesmas dan dokter yang memeriksa serta diketahui oleh Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam surat itu juga diterangkan hasil pemeriksaan rapid test berstatus negatif.

Surat itu menjadi legalitas bagi masyarakat yang ingin bepergian untuk kepentingan yang urgensinya tinggi.

Seperti keluarga meninggal, sakit, maupun keperluan mendesak. Namun jika ingin pulang kampung atau mudik tentu surat tersebut tidak diberikan.

"Untuk Pangkalan Kerinci sudah ada sekitar delapan surat yang di keluarkan. Ada yang ke Medan, Sumatera Barat, serta ke Pulau Jawa," tambah juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Pelalawan ini.

Asril menyatakan dalam surat tersebut tidak dinyatakan yang bersangkutan bebas Covid-19. Hanya saja diterangkan hasil pemeriksaan rapid test yang negatif.

Selain itu, yang bersangkutan ketika kembali ke Pelalawan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP).

"Apalagi jika yang bersangkutan dari zona merah, sampai di Pelalawan harus diperiksa lagi dan isolasi mandiri," katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved