Breaking News:

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Belangkas Dari Sumut di Rohil

Belangkas atau Horseshoe crab, hewan yang dlindungi yang diselundupkan dari Sumut itu diamankan Polisi di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bagan Batu

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Kasus penyelundupan satwa dilindungi jenis Belangkas berhasil diungkap Polda Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tim dari Unit 3 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan ekor belangkas.

Pengungkapan dilakukan pada Jumat (5/6/2020) lalu, di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bagan Batu, Kota Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto menjelaskan, pengungkapan ini bermula saat petugas mendapatkan informasi tentang adanya transaksi serah terima hewan dilindungi tersebut.

Satwa yang memiliki nama latin Horseshoe crab itu, diketahui berasal dari Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Setelah dilakukan penelusuran, petugas pun berhasil menegah kendaraan pembawa belangkas.

Lagi, Proyek Jalan di Kabupaten Kepulauan Meranti Senilai Rp18 Miliar Sedang Diusut Kejati Riau

Kasus Baru Positif Covid-19 di Riau Nihil, Pasien Corona Sembuh Bertambah Dua Orang

Pemprov Riau Belum Bisa Pastikan Penyelenggaraan Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Soal Pacu Jalur, Disparbud Kuansing Riau : Nggak Ada Istilah Diundur, Sudah Final Batal

"Kita mengamankan tiga orang pelaku. Mereka masing-masing berinisial TR (20), FD (25), dan AS (31). Ketiganya berperan sebagai sopir," kata Fibri, Senin (8/6/2020).

Dia melanjutkan, petugas menyita barang bukti satu unit mobil merek Avanza warna hitam, dan 195 ekor belangkas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 138 ekor masih dalam keadaan hidup, sementara sisanya 57 ekor sudah mati.

Kuat dugaan, belangkas ini selanjutnya akan dikirim ke luar negeri.

Untuk tiga pelaku yang diamankan disebutkan Fibri, dijerat dengan Pasal 21 Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang (UU) RI Nomor 05 yangahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Mereka diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

" Belangkas yang dalam keadaan hidup telah dilepasliarkan ke habitatnya. Sementara yang mati, dibawa kembali ke Kantor BBKSDA (Balai Besar Konservasi Daya Alam) Provinsi Riau," tandas mantan Kapolres Kuansing itu.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved