Kampar
2 Hari Direndam Air Setinggi 2 Meter, Banjir Akibat Luapan Sungai Subayang di Kampar Mulai Surut
Banjir akibat luapan air Sungai Subayang yang melanda ini berdampak ke beberapa desa. Antaranya Desa Domo, Desa Kuntu, Desa Kuntu Darussalam.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Luapan air Sungai Subayang sudah mulai surut. Diprediksi jika dalam beberapa hari belakangan tidak terjsdi hujan, air yang merendam rumah warga kembali normal.
Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, Rabu (8/7) hasil laporan tim di lapangan pada awal kejadian ketinggian air sekitar 1 meter. Dibeberapa daerah yang terdampak bahkan ada ketinggian air mencapai 2 meter.
Rata-rata daerah yang dilanda merupakan daerah yang berada di tepat ditepi-tepi Sungai Subayang.
Banjir akibat luapan air Sungai Subayang yang melanda ini berdampak ke beberapa desa. Antaranya Desa Domo, Desa Kuntu, Desa Kuntu Darussalam.
Ia menuturkan air sudah mulai surut sejak pukul 02.00 wib dinihari tadi.
Adi mengatakan akibat bencana ini ada 853 kepala keluarga terdampak dengan total masyarakat sebanyak 1.019 jiwa.
Sejumlah masyarakat pada bencana ini memilih tetap bertahan di rumah.
Peristiwa banjir akibat luapan air Sungai Subayang ini terjadi sejak Selasa (7/7) pagi. Akibat ini PLN terpaksa mematikan sejumlah gardu sementara waktu.
Bencana ini terjadi akibat kiriman air dari hulu sungai yang bercurah hujan tinggi.
Aliran Sungai Subayang meluap akibat kiriman air dari hulu sungai sejak Selasa (7/7).
Akibat meluapnya sungai ini sejumlah rumah warga terendam luapan air sungai.
Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, Selasa (7/7) membenarkan adanya kejadian Sungai Subayang meluap.
Ia menuturkan meluapnya air sungai terjadi tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurutnya sejumlah desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Kampar Kiri terendam.
"Tim kita saat ini masih mendata dilokasi berapa banyak desa dan warga terdampak," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/air-sungai-subayang-mulai-surut.jpg)