Breaking News:

Pelalawan

Tak Punya Smartphone Siswa Jemput Tugas ke Rumah Guru,Belajar Daring Tahun Ajaran Baru di Pelalawan

adi siswa yang tak punya android diminta untuk datang ke rumah guru menjemput bahan pelajaran maupun tugas-tugas untuk dikerjakan.

Facebook/Avan Fathurrahman
Guru SD di Sumenep, Madura, kunjungi satu per satu rumah murid selama masa belajar di rumah, karena keterbatasan fasilitas belajar siswa di rumah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan Riau melanjutkan belajar tanpa tatap muka atau via daring pada tahun ajaran baru 2020-2021 ini akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tahun ajaran baru bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat telah dimulai hari ini, Senin (13/7/2020). Namun proses belajar mengajar tetap dilakukan jarak jauh dari rumah mencegah penyebaran virus Corona. Murid diminta untuk siaga di rumah masing-masing dan guru memberikan pelajaran dari sekolah melalui virtual dengan perangkat telepon genggam jenis android.

"Meski tahun ajaran baru, belum ada aktivitas belajar mengajar disekolah. Hal itu sudah kita sampaikan ke seluruh sekolah melalui surat edaran," tutur Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, M Zalal S.Pd, kepada Tribunpekanbaru com, Senin (13/7/2020).

Kadisdik Riau Akui Metode Belajar Jarak Jauh Butuh Penyesuaian, Butuh Peran Wali Kelas dan Guru

Jaga Mutu Pendidikan, Guru dan Kepsek dari 5 Kabupaten di Riau Ikuti Pelatihan Daring

Zalal menyebutkan, proses belajar mengajar tanpa tatap muka masih diimplementasikan karena Pelalawan masih zona kuning penyebaran Covid-19. Sedangkan yang diizinkan untuk belajar tatap muka di sekolah hanya untuk daerah zona hijau saja. Namun bagi siswa baru diizinkan untuk mengikuti Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai pada surat edaran nomor 420/DIKBUD/2020/841 terkait perpanjangan belajar dari rumah yang dikirimkan ke semua sekolah.

Zalal menjelaskan, bejalar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh daring dilaksanakan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah sebagaimana yang telah ditentukan. Guru atau pendidik tidak hanya memberikan tugas saja dari rumah, namun memberikan materi pelajaran kepada siswa via online dari sekolah masing-masing. Untuk itu kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan harus hadir ke sekolah dan melaksanakan tugas sebagaimana biasanya.

BREAKING NEWS: Tahun Ajaran Baru, Peserta Didik di Siak Belum Datang ke Sekolah

"Belajar dari rumah sampai tanggal 25 Juli. Bagaimana selanjutnya, kita lihat situasinya dan regulasinya. Pastinya setiap sekolah juga harus mempersiapkan protokol kesehatan menjalang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada era New normal nanti," beber Zalal.

Kepala Bidang Pengembangan Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Pelalawan, Martias M.Pd menyebutkan, pembelajaran via daring harus diintensifkan oleh pihak sekolah. Guru-guru diminta memanfaatkan waktu dan akses yang dimiliki agar siswa mengerti akan pelajaran pada semester awal ini.

Martias mengakui, banyak siswa maupun orangtua terkendala dengan perangkat telepon genggam jenis android. Tak semua murid memiliki atau mampun membeli alat komunikasi tersebut. Namun acara untuk mengakali keterbatasan itu dengan sistem jemput bola.

"Jadi siswa yang tak punya android diminta untuk datang ke rumah guru menjemput bahan pelajaran maupun tugas-tugas untuk dikerjakan. Kemudian hasilnya diantar lagi untuk dinilai," tandas Martias.

Guru dan Orangtua Diminta Adaptasi, Setelah Pandemi Covid-19, Pembelajaran Jarak Jauh Akan Permanen

Disdikbud mengizinkan sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2020-2021. MPLS digelar selama empat hari pada 15-18 Juli dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali dengan jumlah peserta maksimal 50 persen dari jumlah bangku.

Selain itu, lanjut Martias, sekolah diperbolehkan menggelar pertemuan antara ketua komite orangtua murid untuk memberikan informasi terkait persiapan pelaksanaan pembelajaran daring jarak jauh. Jika MPLS sudah selesai, pembelajaran akan dilanjutkan secara virtual.

"Pengawas satuan pendidikan diwajibkan melakukan evaluasi dan monitoring ke sekolah. Serta melaporkan secara berkala ke Disdikbus," katanya Martias.

Orangtua siswa menyabut baik belajar via online ini, mengingat virus Corona masih mengancam di luar rumah dan harus terus diwaspadai penyebarannya. Pembelajaran tatap muka harus sesuai dengan anjuran pemerintah serta instansi terkait yang berwenang.

Patut Ditiru Guru-guru di Riau, Guru di Kota Pariaman Antar Buku Rapor ke Rumah Siswa

"Jika memang Corona belum aman, baiknya belajar online saja. Tak usah dilaksanakan dulu ke sekolah. Kasihan anak-anak rawan tertular," terang Rialam Siregar (43) warga Pangkalan Kerinci.

Disisi lain, ibu dua anak ini mengakui kewalahan mengajari anak-anaknya untuk belajar. Tapi dengan panduan yang diberikan secara online, akan dimaksimalkan dari pada tidak belajar sama sekali.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved