Breaking News:

Jaring Belat, Alat Tangkap Ikan Tradisional Suku Duanu, Pertahankan Tradisi Gantungkan Hidup di Laut

Alat-alat tradisional tangkap ikan Suku duanu Inhil Riau berupa jaring belat. Jaring ini terbagi menjadi dua jenis

istimewa
Perajin membuat alat tangkap ikan dan tengkalang (bakul) merupakan alat tradisional Suku Duano di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Bupati Inhil HM. Wardan, MP baru-baru ini pernah menyatakan bahwa suku orang laut yang ada di Kabupaten Inhil saat ini berjumlah 58 ribu jiwa yang bermukim di beberapa Kecamatan.

Dikenal sebagai suku orang laut, masyarakat suku duanu banyak bermukim di wilayah pesisir laut Kabupaten Inhil.

Antara lain, Kecamatan Concong (Kelurahan Concong Luar dan Panglima Raja).

Kecamatan Kuala Indragiri (Desa Sungai Bela dan Desa Perigi Raja).

Kecamatan Kateman (Desa Kuala Selat), Kecamatan Mandah (Desa Bekawan dan Desa Belaras).

Kecamatan Tanah Merah (Desa Sungai Laut, Desa Tanah Merah, Desa Tanjung Pasir/Sungai Rumah, dan Kelurahan Kuala Enok).

Baca juga: MAYAT Mengapung, Pergi Memancing Tiga Hari Tak Kunjung Pulang, Pria 50 tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Baca juga: Gagal Capai Target, Pendapatan Pajak Daerah Kota Pekanbaru Tahun 2020 Capai Rp 500 Miliar Lebih

Baca juga: PAMER TARING, China Luncurkan Sederet Kekuatan Tempur Baru di 2021, Mulai Kapal Induk hingga Jet

Pulau Ruku Kecamatan Reteh, Desa Kuala Patah Parang Kecamatan Sungai Batang.

Suku Duanu pun terus menunjukkan eksistensinya di antara suku-suku lainnya yang ada di Kabupaten Inhil.

Ikatan Duanu Riau (IKDR) yang berpusat di Kabupaten Inhil memperkirakan saat ini terdapat sebanyak 15 ribu orang Suku Duanu yang tersebar di 13 desa dan 7 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Hingga saat ini, Suku Duanu tetap mempertahankan tradisi mereka.

Halaman
1234
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved