Breaking News:

Pastikan Bersih dari Narkoba, Rupbasan Bengkalis Tes Urine Seluruh Pegawainya

Memastikan tidak dalam pengaruh dari Narkoba dan obat obatan terlarang, belasan Petugas Rupbasan Kelas II Bengkalis menjalani cek atau tes urine

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Belasan Petugas Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Klas II Bengkalis menjalani cek atau tes urine, Senin, (22/3/2021) pagi. 

Immanuel Tarigan menyatakan, berkas dua tersangka dinyatakan lengkap atau P21.

Tersangka saat ini menjadi tahanan Kejaksaan dan dititipkan di Rutan Polres Bengkalis hingga di limpahkan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkalis.

Menurut Kasi Pidum, berdasarkan informasi dari tahap II tadi, kasus ini berawal dari tersangka Syarifuddin dan Syamsir (DPO) terendus petugas menyelundup barang haram sabu dari Malaysia ke Bengkalis, beberapa waktu lalu.

"Tersangka Syarifuddin dan Syamsir menjemput Narkoba dari Dumai ke Malaysia yang di kendalikan Riki Napi Lapas.

Mereka di Malaysia bertemu seseorang yang tidak di kenali dan menerima 50 bungkus (sabu) dalam kemasan teh cina, " terangnya.

Setelah menerima Sabu puluhan kilogram itu, tersangka membawanya ke Bengkalis lewat Pantai Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana.

Saat berada Pantai Tanjung Leban mereka terendus petugas BNN dan dilakukan pengejaran. 

Petugas mendapati barang bukti di speedboat digunakan sementara Syarifuddin ditangkap di kediamannya di Dumai setelah berhasil melarikan diri dari kejaran petugas di Tanjung Leban.

Aksi nekad Syarifuddin membawa 52 kilogram sabu itu karena tergiur upah yang besar.

Per kilogram sabu, Syarifuddin dijanjikan upah Rp7juta oleh Riki alias Ninja.

Pengakuan Syarifuddin, ia disuruh Riki menjemput barang ke Malaysia adalah Narkotika jenis sabu.

Ia dan Napi Lapas Kelas II Bengkalis itu sudah saling menghubungi.

"Ya saya Tahu. Saya dijanjikan upah bersama teman saya 7 juta per kilogram dan baru menerima 9 juta dari yang dijanjikan, "singkatnya seraya mengaku paham dengan resiko hukum yang dihadapi.

Akibat perbuatan, Syarifuddin dan Riki Napi Lapas Bengkalis terancam hukuman 20 Tahun penjara atau seumur hidup.

Sementara rekam Syarifuddin saat membawa sabu yakni Syamsir masih dalam buruan petugas BNN.(*)

(Tribunpekanbaru.com/ Muhammad Natsir)

Artikel terkait Narkoba di Bengkalis lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved