Breaking News:

Pelalawan

7 Pejabat dan Bekas Petinggi BUMD Tuah Sekata Pelalawan Bersaksi pada Kasus Tipikor Rp 3.8 M

Pada sidang Senin lalu itu JPU menghadirkan tujuh orang saksi. Mereka merupakan pejabat dan mantan pejabat BUMD Tuah Sekata Pelalawan.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
IST
Sidang Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) belanja barang operasional kelistrikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan tahun 2012-20216 di Pengadilan Tipikor Kota Pekanbaru, Senin (15/08/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Tujuh orang pejabat maupun bekas pejabat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) belanja barang operasional kelistrikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan tahun 2012-20216 di Pengadilan Tipikor Kota Pekanbaru.

Sidang lanjutan pada Senin (16/08/2021) lalu dipimpin majelis hakim yang diketuai Dedi Kuswara SH MH didampingi Zulfadly SH MH dan Adrian H.B. Hutagalung SE SH MH sebagai hakim anggota.

Agenda persidangan lanjutan pemeriksaan saksi-saksi terhadap terdakwa Afrizal, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan yang dihadiri Jumieko Andra, S.H dan Senator Boris Panjaitan SH.

"Pada sidang kemarin kita menghadirkan tujuh orang saksi. Mereka merupakan pejabat dan mantan pejabat BUMD Tuah Sekata Pelalawan," ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Sumriadi SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (20/08/2021).

Baca juga: Rp3,8 Miliar Uang Dikorupsi,JPU Kejari Pelalawan Undang 3 Saksi di Sidang Tipikor BUMD Tuah Sekata

Baca juga: Sidang Tipikor BUMD Tuah Sekata Pelalawan, 3 Dewan Pengawas Jadi Saksi, Ada Sekda dan Asisten II

Sumriadi menerangkan, sidang digelar secara virtual, dimana para pihak berada di ruang sidang Tipikor Pekanbaru mulai dari hakim, JPU, panitera, dan penasihat hukum terdakwa.

Sedangkan terdakwa Afrizal berada di Lapas Pekanbaru yang mengikuti sidang secara online.

JPU menghadirkan para saksi yang ada dalam berkas perkara korupsi yang merugikan negara sebanyak Rp 3,8 Miliar ini.

Diantaranya A Sudi merupakan Staff Divisi Jaringan Listrik sekaligus merangkap sebagai penanggung jawab gudang pada BUMD Tuah Sekata Sejak 2005 sampai sekarang.

Erman adalah Staff Divisi Listrik pada BUMD Tuah Sekata sejak 2005-2018, Ardiansyah Putra menjabat sebagai staff Divisi Listrik pada BUMD PD Tuah Sekata sejak 2009 sampai sekarang.

Tengku Nasrun memiliki posisi Kepala Divisi Personalia pada BUMD Tuah Sekata sejak 2003 sampai 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved