Breaking News:

Berita Pelalawan

Semua Puskesmas di Pelalawan Diultimatum, 27000 Dosis Vaksin Covid-19 Harus Habis Sampai 12 Desember

Semua Puskesmas di Kabupaten Pelalawan diberikan ultimatum untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang telah diterima sampai pekan depan.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Semua Puskesmas di Kabupaten Pelalawan diberikan ultimatum untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang telah diterima sampai pekan depan. FOTO: Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Asril M.Kes memaparkan kondisi Covid-19 dan capaian vaksinasi saat rapat Satgas Covid-19 pekan lalu di kantor bupati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pelalawan diberikan ultimatum untuk segera menghabiskan stok vaksin Covid-19 yang telah diterima sampai pekan depan.

Ada 27 ribu stok vaksin yang telah diterima Dinas Kesehatan (Diskes) yang kemudian didistribusikan ke 14 Puskesmas yang ada di Pelalawan.

Langkah ini untuk mengejar herd immunity sesuai dengan yang diprogramkan pemerintah pusat dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Apalagi diperkirakan akan terjadi gelombang ketiga Covid-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Ini instruksi dari pak bupati sebagai ketua satgas pada Minggu lalu. Targetnya 27 ribu dosis vaksin itu harus habis sampai tanggal 12 Desember mendatang," ungkap juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (5/12/2021).

Asril mengemukakan, setelah vaksin tiba di seluruh Puskesmas, masing-masing Kepala Puskesmas yang dibantu tim Satgas Covid-19 kecamatan langsung menjadwalkan penyuntikan vaksin bagi warga yang belum divaksin.

Lokasinya bisa di Puskesmas, kantor camat, atau Polsek serta tempat lain yang dinilai layak serta sesuai kebutuhan program vaksinasi.

Sampai saat ini capaian vaksinasi di Pelalawan sekitar 39,6 persen dari total warga yang harus divaksin.

Masih ada seratusan ribu lagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dari pemerintah.

Itu harus dikejar hingga akhir tahun maupun awal tahun 2022 nanti.

"Sekarang memang tergantung ketersediaan vaksin, tidak ada penolakan lagi dari masyarakat. Ini kot genjot terus," pungkas Asril.

Adapun jenis vaksin yang telah digunakan di Pelalawan yakni Sinovac, Moderna, Gotong Royong, Coronavac, Astrazeneca, dan Pfizer. Namun dalam pemberian vaksin harus seragam jenisnya sampai dosis lengkap.

"Jika dosis pertama Sinovac, dosis kedua harus Sinovac juga. Demikian dengan jenis yang lain. Tidak bisa dicampur," pungkasnya

Saat ini ada dua kasus aktif Covid-19 yang muncul di Pelalawan.

Satu pasien menjalani isolasi di ruang rawat Rumah Sakit (RS) dan satu lagi hanya isolasi mandiri.

Demikian juga pasien corona yang meninggal dunia bertambah satu orang pekan lalu.

"Setelah kita tracing ada 18 orang kontak erat dari pasien ini. Satu orang positif dan yang lain negatif," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved