Breaking News:

Ini Dia Sosok Marine Le Pen, Calon Presiden Prancis Haramkan Jilbab Digunakan di Negaranya`

Calon Presiden Prancis Marine Le Pen mengharamkan Jilbab digunakan di negaranya jika ia terpilih sebagai presiden.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
Thomas SAMSON / AFP
Kandidat presiden dari partai sayap kanan Rassemblement National (RN) Prancis Marine Le Pen tiba di panggung selama pertemuan kampanye pemilihan di Arras, Prancis utara, pada 21 April 2022, menjelang putaran kedua pemilihan presiden Prancis. Pemilih Prancis menuju ke tempat pemungutan suara pada 24 April 2022. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Calon Presiden Prancis Marine Le Pen mengharamkan Jilbab digunakan di negaranya jika ia terpilih sebagai presiden.

Diberitakan Thesun, Marine Le Pen bersumpah untuk melarang jilbab Muslim jika dia memenangkan pemilihan Prancis.

Pernyataannya ini langsung ditanggapi keras oleh calon Presiden Prancis Petahana Emmanuel Macron.

Ia memperingatkan Marine Le Pen bahwa ucapannya dan kebijakannya itu akan memicu perang saudara di Prancis.

Kedua politisi itu bentrok dalam debat yang disiarkan televisi pada hari Rabu ketika Marine Le Pen mencela jilbab dan membela rencananya untuk menghentikan pemakaiannya di depan umum.

Dia mengklaim dia memerangi Islam radikal, "tidak melakukan perang" melawan agama mereka.

Le Pen berkata: "Saya mengatakannya dengan sangat jelas: Saya pikir jilbab adalah seragam yang dikenakan oleh Islamis.

"Saya pikir sebagian besar wanita muda yang memakainya tidak punya pilihan lain dalam kenyataan."

Macron menjawab: "Apa yang Anda katakan sangat serius. Anda akan menyebabkan perang saudara. Saya mengatakan ini dengan tulus."

Dalam undang-undang yang akan diberlakukan seperti "mengenakan sabuk pengaman di dalam mobil", Le Pen ingin melarang semua pakaian keagamaan di tempat umum, termasuk pria Yahudi mengenakan kippa.

Macron mengatakan Prancis akan menjadi "negara pertama di dunia yang melarang pertunjukan keagamaan di ruang publik."

Berutang ke Rusia

Emmanuel Macron mengklaim Marine Le Pen dalam cengkeraman Rusia, dengan mengatakan dia membuat dirinya bergantung pada Vladimir Putin.

Partai Reli Nasional Le Pen mengambil pinjaman £8 juta dari Bank Rusia Pertama Ceko- Rusia pada tahun 2014 silam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved