Breaking News:

Berita Pelalawan

Jejak Baru Harimau Ditemukan BKSDA Riau Sepekan Pascaserangan yang Tewaskan Pekerja HTI di Pelalawan

Hari ini, tepat satu pekan pascapenyerangan Harimau di Pelalawan yang menewaskan seorang pekerja perusahaan HTI

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Tim BKSDA Riau melakukan sosialisasi kepada pekerja perusahaan HTI di lokasi Serangan Harimau di Pelalawan yang menewaskan pekerja pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hari ini, Jumat (26/8/2022), tepat satu pekan pascapenyerangan Harimau di Pelalawan yang menewaskan seorang pekerja perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Serangan Harimau di Pelalawan itu terjadi di Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar berbatasan dengan Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.

Korban Serangan Harimau di Pelalawan itu bernama Seha Sopiana Manik (44).

Wanita itu tewas setelah diterkam harimau dan diseret hingga ke hutan saat berada di tepi kanal PT Peranap Timber.

Jenazah korban Seha ditemukan keesokan harinya dengan kondisi mengenaskan di areal hutan greenbelt perusahaan HTI itu.

Setelah satu pekan berlalu, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah turun sejak mendapat laporan terkait konflik satwa buas dengan manusia di Pelalawan itu.

"Tim kita masih di lapangan dan rencananya ingin ditarik dulu, karena sudah satu pekan di lokasi melakukan mitigasi," terang Kepala Bidang Wilayah l BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (26/8/2022).

Andri Hansen menyebutkan, semalam di lokasi tim BKSDA yang terdiri dari enam orang personil telah melakukan beberapa langkah dan upaya penanganan konflik.

Mulai dari mitigasi terkait penyerangan satwa langka itu kepada korban.

Menyusuri jejak dan kotoran Si Belang yang diduga sering melintasi areal tersebut.

Tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pekerja lainnya yang menghuni barak, agar tidak bepergian ke hutan maupun bekerja sendirian atau dalam kelompok kecil.

Selain itu tim telah memasang kamera jebak atau camera trap sebanyak 5 unit di beberapa titik yang berpotensi dilintasi harimau.

Tim BKSDA terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan, perangkat desa, hingga aparat kepolisian sembari melakukan sosialisasi.

Lokasi serangan harimau merupakan wilayah teritorial binatang bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu.

Daerah itu masuk dalam landscape Semenanjung Kampar yang dihuni beberapa individu harimau sumatera selama ini.

"Tim kita kembali memukan jejak baru dari harimau sumatera di sekitar lokasi. Memang wilayah itu perlintasan satwa tersebut," ujar Andri Hansen.

Pihaknya menekankan kepada warga, pekerja, maupun pihak perusahaan PT Peranap Timber agar tidak melakukan hal-hal yang anarkis terhadap harimau.

Karena bentang itu dilindungi pemerintah dengan undang-undang, sehingga tidak menciptakan masalah baru.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved