Breaking News:

Berita Riau

Lakukan Pengeroyokan, Oknum Polwan di Riau Terancam 5 Tahun Penjara, Terungkap Motifnya Karena Ini

Oknum Polwan di Riau berpangkat Brigadir berinisial IDR, pelaku pengeroyokan terhadap wanita bernama Riri Aprilia Kartin, terancam hukuman 5 tahun

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Oknum Polwan di Riau berinisial IDR dan ibunya saat diperiksa tim penyidik Polda Riau. Oknum Polwan di Riau itu terancam 5 tahun penjara. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Oknum Polwan di Riau berpangkat Brigadir berinisial IDR, pelaku pengeroyokan terhadap wanita bernama Riri Aprilia Kartin, terancam hukuman 5 tahun penjara.

Oknum Polwan di Riau berinisial IDR, melakukan pengeroyokan terhadap korban bersama ibunya, YUL. Baik IDR maupun YUL, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dijerat Pasal 170 (KUHP), ancaman hukuman di atas 5 tahun (penjara)," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Selasa (27/9/2022) saat memberikan keterangan terkait kasus yang menjerat Oknum Polwan di Riau .

Dijelaskan Kombes Sunarto, adapun motif Oknum Polwan di Riau berinisial IDR melakukan pengeroyokan bersama ibunya, yaitu lantaran merasa kesal dengan korban.

"Motif pelaku kesal, korban sudah sering diingatkan, namun tidak diindahkan oleh korban, kemudian lepas kendali sehingga melakukan perbuatan itu (pengeroyokan, red)," sebut Kombes Sunarto.

Lebih spesifik diterangkan Kabid Humas, hal ini masih ada berkaitan dengan masalah asmara adik tersangka.

"Ada (masalah asmara), terkait dengan hubungan adiknya (tersangka) dengan korban," ungkap dia.

Khusus tersangka IDR, karena dia adalah anggota Polri, yang bersangkutan juga harus mengikuti proses hukum oleh Bidang Propam Polda Riau atas perbuatan yang dilakukannya.

IDR sudah ditahan di tempat khusus oleh tim Propam. Ia diduga juga melakukan pelanggaran kode etik kepolisian.

Penyidik Propam sedang melengkapi berkas untuk kemudian disidangkan terkait kode etiknya," ucap Kombes Sunarto.

Sementara untuk tersangka YUL yang merupakan ibu dari tersangka IDR, tidak ditahan.

"YUL tidak ditahan, dengan pertimbangan masih kooperatif, kemudian adanya keyakinan penyidik bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan satu alasan kemanusiaan bahwa IDR memiliki anak, yang harus dalam perawatan. Maka tersangka YUL tidak ditahan supaya bisa merawat cucunya tersebut," urai Kombes Sunarto.

Korban Curhat di Medsos

Sebagaimana diberitakan, seorang oknum Polwan di Pekanbaru, Riau, berinisial IDR dan juga ibunya, YUL, dilaporkan karena diduga melakukan penganiyaan atau pengeroyokan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved