Breaking News:

Berita Riau

Terjerat Kasus Pengeroyokan, Oknum Polwan di Riau Segera Jalani Sidang Etik, Berkas Dilengkapi

Oknum Polwan di Riau segera jalani sidang etik, Tim Bidang Propam Polda Riau masih lengkapi berkas

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/RIZKY ARMANDA
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan Penyidik Propam Polda Riau sedang melengkapi berkas Oknum Polwan di Riau untuk kemudian disidangkan terkait kode etik. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Bidang Propam Polda Riau, sedang melengkapi berkas Oknum Polwan di Riau dengan pangkat Brigadir berinisial IDR, pelaku pengeroyokan terhadap wanita bernama Riri Aprilia Kartin.

Oknum Polwan di Riau berinisial IDR itu melakukan pengeroyokan bersama ibunya, YUL.

Oknum Polwan di Riau dan ibunya sudah ditetapkan tersangka terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut oleh penyidik Dirreskrimum Polda Riau, selaku pihak yang menangani perkara.

Namun khusus IDR, karena dia adalah anggota Polri, yang bersangkutan juga harus mengikuti proses hukum oleh Bidang Propam Polda Riau atas perbuatan yang dilakukannya.

IDR sudah ditahan di tempat khusus oleh tim Propam. Ia diduga juga melakukan pelanggaran kode etik kepolisian.

"Penyidik Propam sedang melengkapi berkas untuk kemudian disidangkan terkait kode etiknya," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (27/9/2022).

Sementara untuk tersangka YUL yang merupakan ibu dari tersangka IDR, tidak ditahan.

"YUL tidak ditahan, dengan pertimbangan masih kooperatif, kemudian adanya keyakinan penyidik bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan satu alasan kemanusiaan bahwa IDR memiliki anak, yang harus dalam perawatan. Maka tersangka YUL tidak ditahan supaya bisa merawat cucunya tersebut," urai Kombes Sunarto.

Sebagaimana diberitakan, seorang oknum Polwan di Pekanbaru, Riau, berinisial IDR dan juga ibunya, YUL, dilaporkan karena diduga melakukan penganiyaan atau pengeroyokan.

Diduga, IDR yang diketahui berdinas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau ini, tidak terima korban berpacaran dengan adiknya.

Laporan korban diterima secara resmi oleh petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/448/IX/2022/SPKT/RIAU, pada 22 September 2022.

Soal peristiwa dugaan penganiayaan yang ini, diunggah langsung oleh korban di akun Instagram pribadinya dengan nama @ririapriliaaaaa dalam bentuk video.

"saya membuat laporan atas pengoroyokan yang dilakukan oleh kakak (seorang polisi wanita) dan ibu dari pacar saya mereka memukul menjambak menampari saya karna mereka tidak terima saya menjalin hubungan dengan adik/ anaknya" tulis korban dalam video yang diunggahnya.

Dalam video itu, terlihat korban mengabadikan saat dirinya berada di Polda Riau untuk membuat laporan serta di RS Bhayangkara Polda Riau untuk melakukan visum.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved