Breaking News:

Berita Riau

Update Kasus Pengeroyokan Oknum Polwan di Riau, Kejati Belum Terima SPDP, Korban Dilaporkan Balik

Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan Oknum Polwan di Riau dan ibunya masih bergulir. Kejati Riau belum terima SPDP dan korban dilaporkan UU ITE

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kolase screenshot video unggahan korban yang mengaku dianiaya Oknmum Polwan di Riau di akun Instagram pribadinya @ririapriliaaaaa. Kini korban dilaporkan balik dengan dugaan UU ITE. Sementara kasus pengeroyokan masih bergulir. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik kepolisian, terkait kasus pengeroyokan dengan tersangka Oknum Polwan di Riau.

Oknum Polwan di Riau berpangkat Brigadir dengan inisial IDR, dan ibunya YUL itu diduga melakukan pengengroyokan terhadap seorang wanita muda.

Kasus pengeroyokan yang melibatkan Oknum Polwan di Riau ini bergulir setelah korbannya, wanita bernama Riri Aprilia Kartin, membuat laporan secara resmi ke polisi.

Kasus pengeroyokan dengan tersangka Oknum Polwan di Riau dan ibunya ini, ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Sementara itu Kejati Riau melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto, menyatakan jika pihaknya belum menerima SPDP.

"SPDP belum ada diterima oleh oleh Bidang Pidum (Pidana Umum, red)," kata Bambang, Senin (26/9/2022).

Bambang menerangkan, terkait kasus itu, pihaknya mengetahui dari pemberitaan di sejumlah media massa.

"Kalau beritanya sudah tahu sekilas saja," tutur Bambang.

Ia menerangkan, jika nantinya SPDP telah diterima, pihaknya akan menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Kalau kami sifatnya hanya menunggu. Kalau sudah masuk SPDP, baru ditunjuk JPU untuk mengikuti perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik di Polda Riau," jelas Bambang.

IDR dan ibunya YUL, telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengeroyokan ini.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, penyidik bergerak cepat dalam menangani laporan dugaan penganiayaan ini.

Apalagi, kasus ini menjadi perhatian khusus Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal. Dimana Irjen Iqbal menyatakan tidak akan segan untuk menindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku.

Terlebih, terduga pelaku adalah seorang oknum anggota Polri yang seharusnya memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman terhadap masyarakat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved