Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lipsus UMKM Rumah Tamadun

Lapas Bagansiapiapi Rohil Gandeng Rumah Tamadun Beri Keterampilan Olah Lidi Sawit ke Warga Binaan

Tercatat sudah dua tahun Rumah Tamadun bekerjasama dengan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dalam bidang pelatihan keterampilan mengolah lidi sawit.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: FebriHendra
tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio
Pengunjung sedang melihat hasl kerajinan tangan olahan lidi sawit di Rumah Tamadun Jalan Merdeka, Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kesuksesan yang diraih Rumah Tamadun dalam memproduksi aneka kerajinan dari limbah lidi sawit yang bernilai ekonomi masyhur kemana-mana.

Hingga terdengar juga oleh petinggi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil).

Karya kerajinan lidi sawit dari Rumah Tamadun yang didirikan Hendra Dermawan di Jalan Merdeka, Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, itu menarik hati pihak Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi untuk menjalin kerjasama.

Baca juga: Kisah Rumah Tamadun Olah Limbah Lidi Sawit di Rohil Riau, Beromzet Puluhan Juta, Tembus Pasar AS

Baca juga: Ditipu Rp 36 Juta Merintis Kerajinan Lidi Sawit, Hendra Jual Motor Dirikan Rumah Tamadun di Rohil

Hingga kini tercatat sudah dua tahun kerjasama dalam bidang pelatihan keterampilan mengolah lidi sawit itu terjalin. 

Keberadaan Rumah Tamadun, terbukti menciptakan dampak positif melalui pelatihan keterampilan bagi warga binaan. 

Program ini mencakup pelatihan pembuatan tanjak dan kerajinan tangan dari limbah lidi sawit, yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Rumah Tamadun. Pelatihan ini memberikan peluang bagi warga binaan untuk mendapatkan keterampilan baru," kata Roni Romansyah, staf kegiatan kerja Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.

Program ini disambut baik karena memberikan bekal berharga bagi warga binaan. 
Setelah selesai menjalani masa pembinaan dan kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan ini untuk menciptakan sumber pendapatan yang dapat membantu perekonomian keluarga.

"Kami ingin memastikan mereka memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Apalagi bahan baku seperti lidi sawit mudah didapatkan, sehingga tidak ada kendala besar untuk memulai usaha," tambah Roni.

Keunikan dari produk lidi sawit yang diajarkan dalam pelatihan ini terletak pada konsep keberlanjutannya. 

Limbah yang dulunya dianggap tidak berguna kini diubah menjadi produk bernilai tinggi, seperti piring, tas, hingga dompet. 

Program ini tidak hanya membantu warga binaan, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memberdayakan warga binaan, sekaligus membuktikan bahwa dari sebuah limbah sederhana, kreativitas dapat melahirkan peluang ekonomi yang luar biasa.

Seperti diketahui Rumah Tamadun, usaha kerajinan tangan berbahan dasar lidi sawit dirintis oleh Hendra Dermawan pada tahun 2017.

Saat itu, Hendra baru saja menyelesaikan kuliah di Universitas Riau, jurusan bahasa dan sastra. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved