KPK OTT di Pekanbaru

Disebut Dalam Ekspos OTT KPK, Kadishub Pekanbaru Akui Siap Beri Keterangan di Depan Pendidik KPK

Kadishub Pekanbaru mengaku siap untuk memberi informasi terkait dugaan informasi yang disampaikan KPK saat ekspos tentang OTT di Pekanbaru

Penulis: Fernando | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Kadishub Pekanbaru mengaku siap untuk memberi informasi terkait dugaan yang disampaikan KPK saat ekspos tentang OTT di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso angkat bicara soal dirinya yang diduga menerima aliran dana dalam dugaan korupsi pemotongan anggaran Ganti Uang (GU) di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru.

Ia blak-blakan soal ekspos yang disampaikan oleh KPK beberapa waktu lalu.

"Pertama karena negara kita adalah negara hukum, maka kita harus menunjung tinggi hukum," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com di sela peluncuran uji coba Oplet Pekan, Kamis (5/12/2024).

Menurutnya, proses hukum sedang berlangsung di KPK.

Ia menghormati proses hukum yang berjalan saat ini.

"Saya sebagai warga negara yang taat hukum, tentu harus mendukung sepenuhnya," jelasnya.

Yuliarso mengaku siap untuk memberi informasi terkait dugaan informasi yang disampaikan KPK.

Ia siap menyampaikan informasi tersebut sebagai bawahan karena dua orang terjerat itu adalah mantan atasannya di Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Terkait dengan kondisi itu juga, terkait dugaan itu saya siap memberi penjelasan itu kepada penyidik KPK," paparnya.

Dirinya mengaku belum bisa berbicara banyak soal dugaan aliran dana tersebut.

Ia sampai saat ini belum tahu apa yang bakal disampaikan.

Baca juga: Sejumlah Ruangan Masih Disegel KPK, Pj Wako Pekanbaru Pastikan Tutup Buku tahun 2024 Tetap Berjalan

Baca juga: TAMPANG Novin Karmila yang Terjerat OTT KPK di Pekanbaru: Alirkan Uang Haram ke Rekening Anak

Baca juga: Fitra Riau: Kelakuan Pj Walikota Pekanbaru Bikin Malu, Risnandar Mahiwa Terjaring OTT KPK

"Kita tentu tidak ingin ada informasi yang simpang siur, kemudian informasi yang berat sebelah, bahkan bisa merugikan nantinya," ujarnya.

Kasus ini menjerat tiga orang pejabat di Kota Pekanbaru. Mereka yakni Mantan Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa dan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution.

Ada juga Plt Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota Pekanbar, Novin Karmila.

Ketiganya terjerat kasus itu usai tertangkap tangan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Senin kemarin.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved