Minggu, 31 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dari Dapur Syuryani, Mengubah Pare Jadi Cemilan yang Menggoda Selera

Syuryani juga dengan kreatif mengolah sayur pare, yang biasanya hanya dijadikan lauk tumisan, menjadi keripik pare yang tak kalah lezat dan unik.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono
PRODUK - Syuryani sedang menunjukkan produk UMKM di rumahnya,  di Perumahan Permata Bening Blok CI Nomor 17, Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (9/4/2025). 

Bagi sebagian orang, sayur pare menjadi makanan yang kurang nikmat untuk dimakan karena rasanya yang pahit. Tapi di tangan Syuryani, pare bisa disulap jadi cemilan enak dan renyah, jauh dari rasa pahit. Produknya laris manis dipasaran hingga dikirim ke negeri jiran Malaysia.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tangan Syuryani bergerak cekatan, dengan lihai dia membolak-balikkan potongan tempe yang sudah diiris tipis-tipis dalam kuali berisi minyak goreng mendidih. Tak lama berselang, tempe yang telah berubah menjadi keripik renyah itu segera diangkat dan diletakkan di tempat penirisan.

Di rumah sederhana berukuran tipe 36, tepatnya di Perumahan Permata Bening Blok CI Nomor 17, Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Syuryani bersama suaminya, Jefri, sibuk memproduksi beragam cemilan yang menggugah selera.

Selain keripik tempe yang sudah menjadi favorit banyak orang, Syuryani juga dengan kreatif mengolah sayur pare, yang biasanya hanya dijadikan lauk tumisan, menjadi keripik pare yang tak kalah lezat dan unik. Setiap gigitan dari cemilan-cemilan buatan mereka membawa kenikmatan yang khas, memadukan rasa gurih, renyah, dan nikmat. Padahal pare dikenal punya rasa yang pahit. Namun di tangan Syuryani pare bisa disulap jadi cemilan yang gurih jauh dari rasa pahit. 

Syuryani memiliki cara unik untuk menghilangkan rasa pahit pada sayur pare. Dia merendam buah pare yang sudah diparut dalam air garam selama sekitar 4 jam, lalu meniriskannya dan melapisinya dengan adonan tepung bumbu sebelum digoreng.

"Tidak ada bahan pengawet, kami cuma pakai tepung dan bumbu alami," ujar Syuryani saat saya berkunjung ke rumahnya pada Rabu (9/4/2025).

Setelah digoreng, keripik pare ini kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik. Satu kemasan 75 gram dijual seharga Rp 15 ribu.

Produk rumahan Syuryani yang diberi nama Bigone ini kini sudah dipasarkan ke berbagai gerai oleh-oleh, supermarket, dan pasar buah di Pekanbaru. Keunikan produk ini, yang menggunakan sayur pare, membuatnya banyak diminati, bahkan sudah sampai ke Malaysia.

"Bigone itu singkatan dari 'Bikin Orang Nampak Enjoy'," tambah Jefri dengan senyum.

Ide pembuatan keripik pare ini berawal dari keinginan Syuryani dan suaminya, Jefri, untuk mengubah pare segar menjadi cemilan gurih. Perjalanan awal mereka tidaklah mudah, penuh tantangan, bahkan sempat beberapa kali gagal.

"Awalnya kita goreng gosong, rasanya pahit. Kami coba lagi, gagal lagi. Tapi akhirnya, setelah beberapa kali mencoba, kami berhasil membuat keripik pare ini," cerita Syuryani.

Selain keripik pare, Syuryani juga memproduksi berbagai cemilan sehat, seperti keripik kulit ikan salmon, keripik brownies, dan bubuk sari jahe merah instan. Semua produknya diberi label Bigone.

Setiap harinya, Syuryani mampu memproduksi hingga 100 bungkus. Dalam mengembangkan usaha, dia juga melibatkan ibu-ibu di sekitar komplek perumahan untuk membantu jika pesanan banyak.

"Kalau pesanan banyak, kami ajak tetangga untuk bantu packing," ujarnya.

Suryani mulai membuka usaha ini sejak 2019 lalu, sebelumnya dia adalah karyawan swasta di Kota Batam. Namun setelah menikan dengan Jefri, Syuryani sempat tinggal di Taluk Kuantan. Hingga akhirnya pindah ke Pekanbaru dan membangun usaha keripik tempe, pare dan beragam jenis produk rumahan lainnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved