Perambahan Hutan di TNTN
Bagimana Nasib 1.341 Siswa dari 4 Sekolah di TNTN Selanjutnya? Ini Kata Disdikbud Pelalawan
Disdikbud Pelalawan telah mengakui ada 4 sekolah negeri yang berada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan Riau telah mengakui ada 4 sekolah negeri yang berada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Bahkan Disdikbud Pelalawan telah memutuskan tidak melaksanakan penerimaan murid baru tahun 2025 ini di 4 sekolah itu.
Di antaranya 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Keputusan itu sebagai bentuk dukungan Pemkab Pelalawan terhadap Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menyegel 50 ribu hektar lebih kebun sawit ilegal di areal TNTN.
Seluruh kawasan TN Tesso Nilo akan dihutankan kembali atau reforestasi dan seluruh masyarakat yang mendiami TNTN diminta relokasi mandiri hingga 22 Agustus, termasuk fasilitas umum dan pendidikan yang berdiri di atas hutan konservasi itu.
"Setelah ditarik data dari Satgas dan Disdukcapil, memang 4 sekolah negeri itu di dalam kawasan TNTN," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (1/7/2025).
Baca juga: Gajah Domang dan Tari Penghuni TNTN Dapat KTP, Gubri Abdul Wahid : Mereka Juga Warga Kita
Setelah Disdikbud Pelalawan melakukan penelusuran, ditemukan data pasti jumlah siswa-siswi di 4 sekolah negeri itu.
Murid-murid yang menimba ilmu di sekolah itu total mencapai 1.341 orang.
Dengan rincian SDN 019 Kuala Renangan Sei Dolik Desa Lubuk Kembang Bunga sebanyak 272 siswa.
SDN 020 Toro Jaya Desa Lubuk Kembang Bunga jumlah siswa sebanyak 520 orang.
Kemudian SDN 030 Kesuma Makmur Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras sebanyak 271 siswa. Terkahir SMPN 6 Ukui memiliki murid 278 orang.
Disdikbud Pelalawan belum mengetahui nasib para siswa tersebut selanjutnya, apabila bangunan sekolah yang berada di areal TNTN disita dan dimusnahkan Satgas PKH.
Pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan dari Satgas PKH, mengingat batas waktu untuk relokasi masih sampai 22 Agustus mendatang.
"Pada prinsipnya kita masih menunggu dari Satgas, arahan pak bupati seperti itu terkait solusi kelanjutan pendidikan anak-anak itu," kata Leo Nardo.
Kepala Desa Kesuma, Yasir Herwansyah Sitorus tak dapat dikonfirmasi terkait nasib siswa dan guru di SDN 030 Kesuma Jaya.
Banyak Warga Punya Kebun Sawit Dalam Kawasan TNTN, Dansatgas PKH: Bukan Tempatnya yang Benar |
![]() |
---|
Lahan yang Tak Terdata Satgas PKH Dianggap Milik Cukong dan Akan Diproses Pidana |
![]() |
---|
Kelola Lahan TNTN Sejak 2004, Warga Bagan Limau Kini Serahkan Ribuan Hektare ke Negara |
![]() |
---|
Reforestasi di TNTN, Dansatgas PKH Tanam Pohon di Lahan Bekas Sawit |
![]() |
---|
Pohon Sawit Ditumbangkan Pakai Alat Berat di Lahan 3 Ribu Hektare di TNTN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.