Heboh Nampan Program MBG Dibuat di China, Mengandung Lemak Babi dan Bahan Berbahaya, Ini Kata BGN
Viral soal nampan atau ompreng untuk Program MBG disebut mengandung lemak babi dan bahan berbahaya, dan bukan buatan Indonesia.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Viral soal nampan atau ompreng untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut mengandung lemak babi dan bahan berbahaya.
Selain itu, ompreng tersebut ternyata bukanlah dibuat di Indonesia, melainkan Chaoshan, China.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki informasi tersebut.
"Sedang check and recheck (diperiksa kembali)," kata Dadan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
Baca juga: Bertambah, Sudah 28 Murid SD Diduga Keracunan MBG di Tembilahan Inhil Dilarikan ke Rumah sakit
Dadan juga menegaskan bahwa hingga saat ini, BGN belum pernah melakukan pengadaan ompreng untuk program tersebut.
"BGN kan belum pernah mengadakan," lanjut Dadan.
Ramai Disebut Mengandung Mangan dan Lemak Babi
Isu ini pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial X (sebelumnya Twitter), melalui unggahan akun @fah******* pada Senin (25/8/2025).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa ompreng MBG berasal dari industri rumahan di China dan mengandung bahan berbahaya.
"Nampan MBG sengaja dilabeli 'made in indonesia' tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang," tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut mengutip laporan investigasi dari media Indonesia Business Post yang terbit pada hari yang sama.
Dalam laporan itu, tim investigasi menyelidiki sejumlah pabrik di wilayah Chaoshan, Provinsi Guangdong, China, yang diduga menjadi sumber produksi ompreng untuk Program MBG di Indonesia.
Ditemukan bahwa beberapa pabrik di sana memproduksi ompreng dengan label “Made in Indonesia” dan mencantumkan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI), padahal produk tersebut sepenuhnya dibuat di China.
Selain itu, investigasi menemukan penggunaan bahan stainless steel tipe 201 yang sebenarnya sudah dilarang untuk bahan kontak makanan di China.
Baja jenis ini diketahui mengandung kadar mangan tinggi dan berpotensi melepaskan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.
Temuan lain menunjukkan indikasi bahwa dalam proses fabrikasi, digunakan pelumas berbasis lemak babi.
BSN Telah Tetapkan Standar SNI untuk Ompreng MBG
Terkait peredaran ompreng MBG, Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebelumnya telah menetapkan standar resmi.
SNI 9369:2025 mengenai wadah bersekat (food tray) dari baja tahan karat ditetapkan pada 18 Juni 2025.
"Standar ini kami tetapkan pada 18 Juni 2025 melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 182/KEP/BSN/6/2025. Ini merupakan standar baru hasil pengembangan sendiri yang disusun oleh Komite Teknis 77-02, Produk Logam Hilir," ujar Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, dikutip dari Antara.
Hendro menegaskan bahwa penetapan standar ini bertujuan memastikan nampan yang digunakan dalam Program MBG aman digunakan, tidak mudah rusak, dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Dia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjamin mutu, keamanan, dan kesehatan peralatan makan yang digunakan dalam program nasional tersebut.
(*)
Sumber: Kompas
Video: Panik! Ratusan Siswa di Bengkulu Bertumbangan Usai Santap MBG, Ruang IGD Penuh Sesak |
![]() |
---|
POPULER RIAU: Bocah Salah Sunat Dibawa ke Dokter Spesialis & Hasil Lab Murid Keracunan MBG Keluar |
![]() |
---|
Hasil Lab Keluar, Politisi Ini Heran Kasus Murid Keracunan MBG di Inhil, Sabotase? |
![]() |
---|
SPPG Kembang Selaku Penyedia Menu MBG di Tembilahan Klaim Sudah Ikuti SOP |
![]() |
---|
UPDATE Kondisi Siswa Keracunan MBG di Tembilahan Inhil, 9 Orang Masih Dirawat di RSUD |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.