PERSPEKTIF
Liburan di Musim Bencana
Liburan seharusnya menjadi waktu menyenangkan, bukan sumber petaka. Di musim bencana, keselamatan menjadi prioritas utama.
Penulis: Erwin Ardian1 | Editor: Firmauli Sihaloho
Data tingkat pemesanan tiket di bandara dan terminal menjadi indikator penting apakah kebijakan ini efektif atau justru diabaikan publik.
Bagi siswa, masa libur adalah ruang jeda dari rutinitas belajar. Jika bepergian ke luar daerah dianggap berisiko, maka pemerintah daerah seharusnya mendorong alternatif kegiatan liburan yang aman di dalam daerah.
Penguatan destinasi wisata lokal, kegiatan edukatif, dan program kepemudaan bisa menjadi solusi konkret.
Ke depan, pemerintah daerah perlu menyusun protokol libur aman di musim bencana, bukan sekadar larangan dadakan.
Pemetaan risiko, skenario mitigasi, serta koordinasi lintas sektor harus dilakukan jauh sebelum masa liburan tiba, agar masyarakat memiliki kepastian dan pilihan yang rasional.
Liburan seharusnya menjadi waktu menyenangkan, bukan sumber petaka. Di musim bencana, keselamatan menjadi prioritas utama.
Namun keselamatan itu hanya bisa dijaga jika kebijakan disusun dengan jelas, adil, dan berpihak pada kepentingan publik. Negara wajib hadir, bukan hanya melarang, tetapi juga memberi jalan keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Erwin-Ardian-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Pekanbaru.jpg)