Bengkalis
2 Pelaku Pembunuhan Berencana di Bengkalis Masih Anak di Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
2 Pelaku Pembunuhan Berencana di Bengkalis Masih Anak di Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Afrizal
TRIBUNPEKANBARU.COM - 2 Pelaku Pembunuhan Berencana di Bengkalis Masih Anak di Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis memvonis hukuman sepuluh tahun penjara terhadap dua orang pelaku penikaman dan pembunuhan seorang pemuda bernama Tri Sutrisno Sijabat (20) warga kecamatan Pinggir Bengkalis.
Dua pelaku yang divonis tersebut merupakan anak dibawah umur diantaranya JL (17) dan RDS (16 ) warga kecamatan Pinggir.
Sidang putusan dibacakan langsung ketua majelis hakim Zia Ul Jannah di dampingi dua hakim anggota Wimmi D Simarmata dan Aulia Fhatma Widhola.
Baca: Izin Pulang Sekolah karena Tak Enak Badan Siswa Madrasah di Pekanbaru Dirampok dan Dibakar
Baca: Alasan Pelaku Bakar Jasad Siswa Madrasah di Pekanbaru yang Izin Pulang Sekolah Tak Enak Badan
Dalam putusan tersebut majelis hakim berkeyakinan berdasarkan fakta persidangan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana.
Sesuai dakwaan Jaksa Penuntut umum terdakwa melanggar pasal 340 KHUP dengan ancaman 20 tahun penjara maksimal hukuman mati.
Namun karena perkara ini terdakwa anak di bawah umur hukuman maksimal hanya bisa di jatuhkan separuh dari hukuman maksimal orang dewasa.
Selain itu, karena terdakwa anak di bawah umur hakim tidak dibenarkan menjatuhi hukuman mati.
Berdasarkan pertimbangan tersebut majelis hakim menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara.
Setelah pembacaan putusan ini, kedua terdakwa diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.
Dari konsultasi tersebut kedua terdakwa menerima putusan majelis hakim.
Mendengar jawaban ini, Ketua majelis hakim langsung menutup sidang.
Majelis sidang kemudian meninggalkan ruang sidang Kartika pengadilan negeri Bengkalis.
Suasana persidangan berbeda dari sidang pada umumnya.
Saat persidangan anak ini majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum dan penasehat hukum terdakwa, tidak terlihat memakai toga, hanya berpakaian biasa dan rapi.