Kampar

Ricuh Pelipatan Surat Suara Tak Ada Kaitannya Dengan Upah, Namun Kata KPU Kampar Riau Terkait Ini

Kalau soal upah, yang delegasi nggak jadi masalah. Ia mengatakan, delegasi hanya mempersoalkan lambannya distribusi surat suara untuk dilipat

Ricuh Pelipatan Surat Suara Tak Ada Kaitannya Dengan Upah, Namun Kata KPU Kampar Riau Terkait Ini
Tribunpekanbaru/dodivladimir
Pekerja sedang menyelesaikan pelipatan kertas suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru, Kamis (7/6). KPU Pekanbaru menyortir kertas suara Pilgubri 2018 sebanyak 485357 lembar kertas suara dengan melibatkan 80 orang petugas 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - KPU Kampar terpaksa menunda pelipatan surat suara. Ini menyusul kericuhan petugas pelipat yang keberatan dengan besar upah dari KPU, Kamis (14/3/2019) siang.

Komisioner KPU Kampar Devisi SDM dan Humas, Sardalis merunut kericuhan itu terjadi. Ia mengatakan, pihaknya telah menjelaskan semua tugas pelipatan surat suara di hari pertama, Rabu (13/3). Termasuk besaran upah.

"Hari pertama nggak ada masalah," ungkap Sardalis, Kamis sore.

Gesekan justru muncul di hari kedua, Kamis (14/3) sekira pukul 11.00 WIB. Ada petugas yang mulai protes dengan besaran upah.

Protes dari beberapa orang disambut petugas lain. Akhirnya suasana menjadi riuh. Beruntung pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja segera mengendalikan situasi.

Baca: KPU Kampar Riau Bantah Potong Upah Petugas Pelipat Surat Suara

Baca: KPU Kampar Buka Pendaftaran Menjadi KPPS, Ini Persyaratannya

Baca: KPU Kampar Gelar Rakor untuk PPS Mantapkan Persiapan Pemilu 2019

GOR Sport Center di Jalan Lingkar, Bangkinang Kota, tempat dilakukannya pelipatan, dikosongkan.

Seluruh petugas pelipat diminta keluar. Kemudian KPU menerima 40 orang perwakilan mereka berdialog.

Menurut Sardalis, delegasi 40 orang itu tidak mempersoalkan besar upah.

"Kalau soal upah, yang delegasi nggak jadi masalah," katanya. Ia mengatakan, delegasi hanya mempersoalkan lambannya distribusi surat suara untuk dilipat.

"Mereka meminta, kalau sudah selesai dilipat, maunya yang baru langsung cepat datang lagi," ujar Sardalis.

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved