Bacakan Mantra, Oknum Guru di Lampung Bikin 42 Muridnya Pasrah Diapakan Saja Sampai Kecanduan Gituan

Sebanyak 42 murid di salah satu sekolah di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menjadi korban predator seks. Pelaku adalah guru sekolahnya

Editor: Sesri
.
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PESAWARAN - Sebanyak 42 murid di salah satu sekolah di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menjadi korban predator s3ks.

Pelaku adalah Endi Oktriawan(32), yang tak lain guru sekolahnya.

Endi mencabuli para korbannya sejak lima tahun lalu. Berbagai modus ia lancarkan untuk memikat korbannya.

"Para murid ditawari nilai bagus oleh tersangka, tapi imbalannya mau dicabuli tersangka," ujar Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan, Rabu, 8 November 2017, seperti yang dilansir dari Tribun Lampung

Yang menyedihkan, dari 42 korbannya, 11 diantaranya kini menjadi kecanduan oral seks.

Usia para korban rata-rata 12 tahun hingga 17 tahun.

Sang guru mengaku punya resep khusus dalam memperdayai murid-muridnya sehingga mereka pasrah diapakan saja.

Baca: Ritual Aneh Oknum Guru Telan Sperma Murid, Berikut Fakta Tentang Cairan Mani Ini

Baca: Ritual Aneh Guru Olahraga di Lampung, Minum Sperma Puluhan Murid, Alasannya Biar Bisa Begini

Menurut Kapolres Pesawaran AKBP M Syarhan kepada wartawan di Pesawaran, Rabu 8 November 2017, Endi membaca mantra sebelum mencabuli para korbannya.

Dengan mantra tersebut, muridnya akan pasrah dan menurut untuk diperintahkan melakukan apa saja.

Kapolres Pesawaran membaca catatannya, dari pengakuan sang guru cabul.

Mantranya: "Walau anna qur'ana yusirot bilil jibali aukuhingat bilil ardu aukallama xxxxxxxxxxx xxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxxxxx xxxxxx xxxxxx."

Dengan dibacakannya mantra itu, tutur Kapolres Pesawaran Syarhan, sang guru mengatakan korban menjadi tidak berdaya.

Baca: Ajak ke Kebun Cabai, Bacakan Mantra, Guru Olahraga Cabuli 42 Murid, 11 Orang Jadi Kecanduan Gituan

Para korban, kata guru olahraga tersebut, seperti terhipnotis sehingga mengikuti apapun perkataan Endi.

Endi mengaku mempelajari mantra tersebut dari sebuah buku amalan.

Menurut Endi, di dalam buku itu disebutkan jika ingin kuat harus meminum sperma lelaki.

"Saya baca buku, buat amalan, kalau minum air sperma akan membuat badan saya kuat," ujar Endi kepada polisi.

Endi pun mempraktikkannya ke para murid dengan memanfaatkan profesinya sebagai guru olahraga.

Endi mengajak korban untuk menemaninya pergi ke ladang cabai miliknya.

Sesampainya di sana, Endi memaksa korban berbuat tak senonoh, yaitu oral seks.

Sperma para korban lalu ditelan Endi sebagai salah satu bentuk ritual.

Menurut Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan, para korban tidak berdaya saat dilakukan tindakan cabul oleh tersangka.

Apakah karena mantra amalannya atau karena para murid itu takut kepada gurunya, Kapolres tidak tahu.

Petualangan sang guru olahraga terungkap setelah orangtua satu di antara korban, L (15), melapor ke polisi.

Dalam kejadian itu, sang guru olahraga meminta L datang ke ladang miliknya seusai pelajaran sekolah. Dia mengatakan akan mengajari L bermain voli.

Bukannya main voli, L malah mendapat "permainan" lain. Ia dicabuli sang guru.

L lalu melapor ke orangtuanya, FG (42). FG inilah yang melapor ke polisi.

Endi ditangkap pada Sabtu, 7 Oktober 2017, oleh jajaran Polres Pesawaran.

Dalam pengakuannya kepada polisi, L mengatakan sudah dicabuli seanyak tiga kali.

Namun, ia tidak langsung melapor karena tidak menyadari perbuatan sang guru merupakan tindakan bejat.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved