Berita Riau

Tersebar di Lahan Konservasi & Konsesi Perusahaan, Jerat Pemburu Ancam Keberadaan Harimau Sumatra

Menurut WWF wilayah Riau, Lokasi pemasangan jerat ada di lahan konservasi dan juga lahan konsesi perusahaan.

Tersebar di Lahan Konservasi & Konsesi Perusahaan, Jerat Pemburu Ancam Keberadaan Harimau Sumatra
Dok. BBKSDA Riau
Harimau Sumatra Inung Rio saat menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD) Sumbar usai terkena jerat pada Maret 2019 lalu, sebelum akhirnya mati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Nasib satwa dilindungi yang bermukim di hutan Riau, kian mengkhawatirkan.

Hidup mereka terancam oleh banyaknya jerat yang ditebar baik oleh pemburu liar, maupun masyarakat yang tinggal di dekat hutan.

Terutama satwa Harimau Sumatra. Ditengah populasinya yang semakin berkurang, ironisnya Datuk Belang ini tak sedikit yang mati akibat terkena jerat.

Aktivis sekaligus Monitoring Specialist World Wide Fund for Nature (WWF) wilayah Riau, Oesmantri menuturkan, saat ini bahkan bisa dibilang di Bumi Lancang Kuning sedang terjadi krisis jerat.

"Ini sudah mendekati apa yang kita namakan krisis jerat, seperti jadi mimpi buruk bagi satwa," katanya, Sabtu (6/7/2019).

Baca: Banyak Harimau yang Jadi Korban, Dirjen KSDAE Instruksikan Pembersihan Jerat Pemburu Liar di Riau

Terlebih lanjut dia, dalam kebanyakan kasus, hampir sebagian besar satwa yang mati disebabkan oleh terkena jerat, salah satunya harimau.

Pria yang juga akrab disapa Abeng ini menuturkan, hendaknya hal ini menjadi perhatian besar bagi semua pihak.

Apakah itu pemerintah, swasta, instansi terkait seperti Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan masyarakat pada umumnya.

"Perlu juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, agar menghindari penggunaan jerat apalagi di wilayah hutan. Karena bisa berdampak pada terjeratnya satwa dilindungi khususnya harimau, maupun satwa lainnya," urainya.

"Terutama di wilayah yang didiami atau pernah terdeteksi keberadaan harimau. Pastinya ini jadi catatan, kalau ada ditemukan pemasangan jerat, maka ini berarti daerah rawan untuk pelestarian harimau," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved