Berita Riau
STORY Guru Honor di Riau Jadi Anggota DPRD, dari Kopi hingga Garuda di Dadaku Ringgit di Perutku
Story atau kisah seorang guru honor di Riau terpilih jadi Anggota DPRD Kepulauan Meranti, dari kopi hingga garuda di dadaku ringgit di perutku
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
STORY Guru Honor di Riau Jadi Anggota DPRD, dari Kopi hingga Garuda di Dadaku Ringgit di Perutku
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Story atau kisah seorang guru honor di Riau terpilih jadi Anggota DPRD Kepulauan Meranti, dari kopi hingga garuda di dadaku ringgit di perutku..
Banyak cerita menarik di balik perjuangan sejumlah caleg terpilih hingga menjadi anggota DPRD di Riau, mulai dari harus mengorbankan materi, tenaga dan pikiran, hingga mengorbankan semuanya.
Baca: HUKUMAN MATI Bagi Terdakwa Narkoba di Riau, JPU Bacakan Replik dan Tetap Tuntut Hukum Mati Terdakwa
Baca: Patroli Udara ke Kawasan TNTN dan Pantau Karhutla di Riau, Kapolda Riau: Itu Dibakar Bukan Terbakar
Baca: Anggota DPRD Termuda di Riau, Bakal Jadi Pimpinan, Berumur 25 Tahun dan Masih Lajang, Siapa Dia?
Baca: Jalan Sehat BERSARUNG Berhadiah Umroh akan Meriahkan Syukuran Kemenangan Jokowi-Maaruf Amin di Riau
Namun tidak semuanya yang harus mati-matian untuk bisa dipilih rakyat dan meraih kursi wakil rakyat.
Kisah Al Amin Caleg terpilih dari Kabupaten Kepulauan Meranti dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga berprofesi sebagai guru honor di Sekolah Dasar, ia bisa duduk menjadi anggota dewan di kampung halamannya melalui Kopi Liberika..
Al Amin meraih suara terbanyak di Dapilnya 971 suara dan berhak duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk periode 2019-2024.
Usianya masih terbilang muda baru menginjak usia 32 rahun, namun sudah memiliki cara untuk meraih hati masyarakat, sehingga bisa menjadi wakil rakyat.
Bahkan untuk terpilih menjadi wakil rakyat Al Amin juga tidak mengeluarkan anggaran yang besar karena sudah berkecimpung dengan masyarakat terutama memanfaatkan jaringan petani kopi liberika di kampungnya tersebut.
Al Amin maju melalui dapil tiga untuk Kabupaten Kepulauan Meranti yang meliputi kecamatan Rangsang Pesisir, Rangsang Barat, dan Tebingtinggi Barat.
"Saya dikenal dan terpilih menjadi wakil rakyat dijembatani dengan Kopi Liberika,"ujar Al Amin saat berbincang dengan tribunpekanbaru.com Senin.
Al Amin ternyata aktif sebagai Sekretaris di Lembaga Masyarakat Peduli Kopi Liberika Rangsang Meranti ( MPKLRM ), dengan lembaga inilah selain menjadi honorer juga selalu bersosialisasi dengan masyarakat.
Baca: Petugas Pemadam Karhutla di Riau Bertemu HARIMAU Sumatera, Polisi Imbau Warga Tidak Masuk Hutan
Baca: Terdakwa NARKOBA di Riau Dituntut HUKUMAN MATI Ajukan Pledoi, Bersumpah Siap Terima Azab 7 Turunan
Baca: PEMICU Kasatpol PP Pekanbaru CEKCPOK dengan Kabid Pemberantasan BNNP Riau, Ada Ancaman Tembak?
"Kami membina sembilan kelompok tani lebih kurang 390 KK, luas kebun sekitar 775 hektar, jadi jaringan petani kopi liberika Meranti ini juga yang membantu saya terpilih jadi Dewan," ujar Al Amin.
Memang diakuinya tidak semua petani kopi Liberika di Meranti memilihnya, hanya saja dengan bersosialisasi kopi ke masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan serta mendampingi masyarakat, ia dikenal dan dipilih masyarakat.
"Dari situ membina masyarakat agar Liberika dikenal. Memang sebelum saya lahir sudah ada kopi ini cuma belum dikenal orang, Alhamdulillah sekarang sudah mulai dikenal banyak orang," ujarnya.
Tidak itu saja, masyarakat juga sudah mulai merasakan hasilnya dimana dari yang sebelumnya harga murah hanya Rp1200 perkilo kini sudah naik jadi Rp3000 perkilonya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/story-guru-honor-di-riau-jadi-anggota-dprd-dari-kopi-hingga-garuda-di-dadaku-ringgit-di-perutku.jpg)