Berita Riau

Mantan Kadis Perhubungan di Riau Divonis 16 Bulan dalam Kasus Korupsi Operasional KMP Tasik Gemilang

Mantan Kepala Dinas atau Kadis Perhubungan di Riau divonis 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan dalam kasus korupsi operasional KMP Tasik Gemilang

Mantan Kadis Perhubungan di Riau Divonis 16 Bulan dalam Kasus Korupsi Operasional KMP Tasik Gemilang
Istimewa
Mantan Kadis Perhubungan di Riau Divonis 16 Bulan dalam Kasus Korupsi Operasional KMP Tasik Gemilang. Rumah Mewah disita Kejari Bengkalis diduga hasil Korupsi Pengelolaan KMP Tasik Gemilang, Senin (20/5/2019) kemarin. 

Mantan Kadis Perhubungan di Riau Divonis 16 Bulan dalam Kasus Korupsi Operasional KMP Tasik Gemilang

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Mantan Kepala Dinas atau Kadis Perhubungan di Riau divonis 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan dalam kasus korupsi operasional KMP Tasik Gemilang.

Dua terdakwa kasus tindak pidana korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang yang melayani penyeberangan Roro Bengkalis Pakning akhirnya di vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru pada Senin (2/9/2019) pagi.

Baca: Gajah Liar Sempat Masuk Pemukiman Warga di Riau, Tim BBKSDA Lakukan Mitigasi Arahkan Gajah ke TNTN

Baca: DPD I Partai Golkar Riau Gelar Pleno Penetapan Kandidat Ketua DPRD Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota

Baca: Kisruh Tempat Ibadah di Riau Temukan Titik Terang, Tim Cari Lokasi Baru bagi Jamaat GPdI Efrata

Dua terdakwa yang terlibat dijatuhi hukuman bervariasi oleh majelis hakim.

Hal ini diungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis Agug Irawan kepada tribun usai sidang putusan di Pekanbaru.

Menurut Agung dakwaan yang disangkakan kepada terdakwa terbukti dalam bersidangan dan diyakini majelis hakim.

Sehingga majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa atas perbuatannya.

Dua terdakwa tersebut diantaranya Mantan Kadis Perhubungan Bengkalis Jafaar Arief, serta pihak Pengelola KMP Tasik Gemilang Yadi Ariandi alias Edi.

"Untuk mantan Kadis Perhubungan Jafaar Arief dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan dengan denda 50 juta rupiah subridar kurungan selama 3 bulan. Sementara Yadi alias Edi divonis dengan hukuman 4 tahun Penjara, denda 200 juta Rupiah subsidair kurungan selama enam bulan," tambah Agung.

Selain itu, Majelis hakim juga membebankan kepada terdakwa Yadi uang pengganti sebesar Rp 1.294.560.960 dengan Subsidar kurungan selama dua tahun serta rumah mewah milik terdakwa dirampas untuk negara dan diperhitungkan untuk uang penganti.

Baca: SK Gubri Belum Diterima, Jadwal Pelantikan Anggota DPRD Kuansing Tetap 9 September

Baca: Pilkada Riau 2020 PDI Perjuangan Mulai Buka Penjaringan Kandidat untuk Pilkada Serentak 2020 di Riau

Baca: PESAN Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo kepada 300 Personil Brimob yang Dikirim ke Papua

Halaman
123
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved