Berita Riau
TERUNGKAP Kata Sandi Transaksi Narkoba Internasional di Perbatasan Indonesia-Malaysia Selat Malaka
Terungkap kata sandi transaksi narkoba internasional di perbatasan Indonesia-Malaysia Selat Malaka, Satnarkoba Polres Bengkalis perketat pengawasan
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nolpitos Hendri
TERUNGKAP Kata Sandi Transaksi Narkoba Internasional di Perbatasan Indonesia-Malaysia Selat Malaka
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Terungkap kata sandi transaksi narkoba internasional di perbatasan Indonesia-Malaysia Selat Malaka, Satnarkoba Polres Bengkalis perketat pengawasan pesisir dan perairan Selat Malaka.
Meskipun sudah dilakukan pengepungan secara maksimal, di wialayah pesisir Sumatera tetap saja para bandar narkoba mencari celah untuk meloloskan barang haram masuk ke daratam Sumatera.
Baca: 40 Kasus Karhutla di Riau Selama 2019, Karhutla Terus Meluas, 6.000 Hektar Hutan dan Lahan Terbakar
Baca: PEMUTIHAN Denda Pajak Bumi dan Bangunan oleh Pemko Pekanbaru, Bapenda Perpanjang Waktu Pelunasan PBB
Baca: Mantan Kadis Perhubungan di Riau Divonis 16 Bulan dalam Kasus Korupsi Operasional KMP Tasik Gemilang
Baca: Gajah Liar Sempat Masuk Pemukiman Warga di Riau, Tim BBKSDA Lakukan Mitigasi Arahkan Gajah ke TNTN
Baca: DPD I Partai Golkar Riau Gelar Pleno Penetapan Kandidat Ketua DPRD Riau dan DPRD Kabupaten dan Kota
Seperti Ahad dini hari lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau kembali berhasil menggagalkan kurir narkoba yang akan memasukkan barang haramnya dengan jumlah besar di Kabupaten Siak
Kali ini BNNP menggagalkan sebanyak 30 kilogram narkotika jenis sabu di Maredan Kabupaten Siak.
Dari keterangan BNNP Riau barang haram tersebut berasal dari pelabuhan tikus Bengkalis.
Kondisi pelabuhan tikus hampir disepanjang Pulau Bengkalis dan Rupat sejak beberapa bulan terakhir dalam pengawasan ketat Satnarkoba Polres Bengkalis.
Bahkan intensitas pengawasan mulai dari pesisir pantai Simpang Ayam sampai Sekodi Pulau Bengkalis diawasi secara maksimal.
"Namun tetap saja pengedar jaringan narkoba internasional ini juga punya pola teroganisir dan berubah ubah dalam melakukan aksinya. Apalagi pelabuhan tikus yang ada di Pulau Bengkalis dari Simpang Ayam hingga Sekodi memang cukup panjang, pola mereka berpindah pindah dalam menyeludupkan barang haram ini," ungkap Kasatnarkoba Polres Bengkalis AKP Syahrizal kepada tribun, Senin (2/9) siang.
Menurut Kasat, saat ini pola yang digunakan para bandar ini memang masih dengan pola jaringan terputus.
Ada dua peranan kurir yang digunakan dalam pendistribusian narkoba melalui jalur internasional Selat Melaka.
"Sandi mereka menyebut kurir itu sebagai becak, ada becak laut dan becak darat. Becak laut ini yang melansir barang haram dari perbatasan Malaysia menuju Pulau Bengkalis. Kemudian becak darat melansir dari pulau Bengkalis menuju daratan Sumatera," tambahnya.
Baca: Kisruh Tempat Ibadah di Riau Temukan Titik Terang, Tim Cari Lokasi Baru bagi Jamaat GPdI Efrata
Baca: SK Gubri Belum Diterima, Jadwal Pelantikan Anggota DPRD Kuansing Tetap 9 September
Baca: Pilkada Riau 2020 PDI Perjuangan Mulai Buka Penjaringan Kandidat untuk Pilkada Serentak 2020 di Riau
Jaringan antara becak laut dan becak darat ini sangat banyak, selama ini upaya dalam pemberantasan kebanyakan hanya di sebelah becak darat saja, sementara becak laut selalu selamat dari suatu pengungkapan besar.
"Kita sendiri sudah berupaya dalam melakukan pengungkapan langsung memutus satu jaringan dengan menangkap becak daratnya. Kemudian mengembangkan sampai ke becak lautnya, ini yang kita lakukan pada pengungkapan 7 kilogram di Rupat beberapa waktu lalu, sehingga satu jaringan bisa betul betul habis," ungkap Syahrizal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/terungkap-kata-sandi-transaksi-narkoba-internasional-di-perbatasan-indonesia-malaysia-selat-malaka.jpg)