Berita Riau

1.332 Pengendara Terjaring Operasi Zebra 2019 di Pelalawan, 18.725 Pengendara di Riau Ditilang

Sebanyak 1.332 pengendara terjaring Operasi Zebra Muara Takus 2019 di Pelalawan, dan total sebanyak 18.725 pengendara di Riau ditilang

1.332 Pengendara Terjaring Operasi Zebra 2019 di Pelalawan, 18.725 Pengendara di Riau Ditilang
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
1.332 Pengendara Terjaring Operasi Zebra 2019 di Pelalawan, 18.725 Pengendara di Riau Ditilang 

Lalu Satlantas Polres Dumai 1.522 tilang, Satlantas Polres Bengkalis 1.354 tilang, Satlantas Polres Inhu 1.310 tilang, Satlantas Polres Pelalawan 1.291 tilang, Satlantas Polres Inhil 832 tilang, Satlantas Polres Kuansing 563 tilang, dan terakhir Satlantas Polres Meranti 382 tilang.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 Gadis Remaja di Riau Kepergok Sekamar dengan Pria di Hotel, Ngaku Warga Pekanbaru dan Tak Punya KTP

 Seleksi CPNS 2019 di Riau, Pemkab Kuansing akan Gelar CAT SKD dan TKD CPNS 2019 di Aula SMA Pintar

 Kecalakaan Naas di Riau, Mobil Pengangkut Ayam Potong Tabrak Buntut Truk, Satu Orang Tewas di Tempat

AKBP Fadly membeberkan, pelaksanaan razia dalam Operasi Zebra ini dilakukan secara hunting dan juga stasioner.

Pelanggar masih didominasi oleh pengendara roda dua, dengan jenis pelanggaran tertinggi, tidak membawa kelengkapan surat saat berkendara.

"Paling banyak tidak bawa surat-surat, baik SIM dan STNK. Kalau untuk kendaraan mobil, tidak pakai safety belt (sabuk pengaman.red)," ungkapnya.

Disinggung soal angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Fadly mengaku belum tahu angka pastinya.

"Nanti saya cek lagi. Kalau angka penindakan tinggi, harusnya lakalantas turun. Biasanya berbanding terbalik," ulasnya.

Selain itu dipaparkan Fadly, dalam pelaksanaan Operasi Zebra kali ini, pihaknya turut membantu Dispenda Provinsi Riau, dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan retribusi pajak kendaraan.

"Karena banyak juga kendaraan yang mati pajak kita temukan. Untuk itu kita himbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan kebijakan pemutihan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Riau," urainya.

Karena ditegaskannya, kendaraan yang mati pajak, bisa ditilang oleh Polantas. Hal ini berkaitan dengan pengesahan STNK.

"Dalam Undang-Undang LLAJ Nomor 22 disebutkan, apabila pengesahan setiap tahun tidak dilakukan, maka STNK-nya tidak sah, jika tidak sah, maka bisa ditilang," urai Fadly.

Terakhir dia mengimbau kepada masyarakat, untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

"Lengkapi surat kendaraan, dan jangan tidak ugal-ugalan," pungkasnya.

Polres Inhil terbitkan Surat Tilang Sebanyak 832 Surat

Sebanyak 832 surat tilang di keluarkan oleh Sat Lantas Polres Inhil selama 14 hari Ops Zebra di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Sebanyak 137 teguran juga di keluarkan oleh Sat Lantas Polres Inhil selama Ops Zebra yang digelar sejak tanggal 23 oktober hingga 5 november 2019.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, S.IK melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Rosna Melany menjelaskan, pekerja swasta mendominasi profesi pelanggar sebanyak 283 kali, disusul pelajar 200 pelanggar, mahasiswa 92 pelanggar, buruh 73 pelanggar, PNS 41 pelanggar, supir 33 pelanggar serta lainnya 110 kali.

“Sepeda Motor 773 kali, Mobil barang 33 kali, Mobil penumpang 26 kali. SIM A 27 kali, SIM B1 8 kali, SIM B1.U 15 kali, SIM BII.U 6 kali, SIM C 91 kali, Tanpa SIM 685 kali,” ujar AKP Rosna, Rabu (6/11).

Lebih lanjut AKP Rosna membeberkan, usia remaja rata – rata 16 - 21 tahun menjadi pelanggar terbanyak, yaitu 219 kali, disusul 22 - 30 tahun menjadi pelanggar terbanyak dengan jumlah 190 kali, usia 31 - 40 sebanyak 145 kali, usia 0 - 15 sebanyak 144 kali, 41 - 50 sebanyak 106 kali, usia 51 ke atas 28 kali.

“Pendidikan pelanggar, SD 123 kali, SLTP 153 kali, SLTA 441 kali, mahasiswa 115 kali,” tuturnya.

Selanjutnya Kasat menjelaskan, pelanggaran yang banyak dilakukan oleh kendaraan roda 4 adalah kelengkapan KIR 33 kali, Sabuk sebanyak 16 kali, SIM sebanyak 6 kali, tidak bawa STNK 3 kali, kelengkapan lainnya 1 kali.

“Untuk Kelengkapan roda 2, tidak menggunakan Helm 123 kali, melawan arus 73 kali, Child restrain 234 kali, Surat-surat 246 kali, Kelengkapan lain 97 kali,” imbuhnya.

Terakhir Kasat mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.

1.434 Tilang dikeluarkan Satlantas Polres Bengkalis Selama Operasi Zebra

Selama operasi Zebra Muara Takus 2019 yang berakhir 5 November kemarin, Satlantas Polres Bengkalis telah mengeluarkan sebanyak 1.434 berkas elektronik Tialang (E-tilang).

Dimana berkas ini merupakan pelanggaran yang ditindak oleh Satlantas Polres Bengkalis dalam masa operasi.

Kasatlantas Polres Bengkalis AKP Hairul Hidayat mengatakan, dari total pelanggaran tersebut, didominasi pelanggaran dari kendaraan roda dua.

Pelanggaran kendaraan roda dua mencapai sebanyak 1.107 berka E-Tilang.

Menurut Kasat, pelanggaran kendaraan roda dua yang ditindak pada operasi ini diantaranya pelanggaran yang kasat mata dan kepatuhan pengendar.

Baik pelanggaran melawan arah maupun pelanggaran tidak menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm, serta kelengkapan surat menyurat pengendara.

"Sementara pelanggaran pengendara lain seperti kendaraan roda empat, kita melakukan penindakan mereka yang tidak menggunakan alat keselamatan seperti sabuk pengaman. Sedangkan untuk angkutan barang penindakan dilakukan terhadap kapasitas muatan," terang Hairul.

Dengan berakhirnya operasi Zebra ini, Satlantas Polres Bengkalis berharap adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam kepatuhan berkendara.

"Kita berharap kesadaraan masyarakat meningkat setelah operasi Zebra ini. Kita juga berterima kasih masyarakat yang sudah patuh aturan lalulintas selama giat operasi dilaksanakan," terangnya.

Satlantas Polres Bengkalis dalam operasi zebra kali ini tidak hanya fokus dalam penindakan langsung terhadap pelanggar, tetapi juga memberikan teguran langsung terhadap pelanggaran yang ringan.

"Setidaknya ada 200 teguran yang kita sampaikan kepengendara. Teguran seperti pengendara yang tidak bawa STNK, kita minta jemput STNKnya, pengendara berspion satu kita minta gunakan spion dua, dan beberapa pelanggaran ringan lainnya kita berikan teguran," tandasnya.

1.640 Pelanggaran Lalu Lintas di Kampar

Selama pelaksanaan Operasi Zebra Muara Takus 2019 yang digelar selama 14 hari mulai tanggal 23 Oktober - 5 November 2019, Jajaran Polres Kampar melakukan penegakan hukum dengan penilangan kepada 1.640 pelanggar dan juga memberikan teguran tertulis kepada 95 pelanggar.

Angka penilangan yang dilakukan meningkat dibanding saat operasi patuh yang dilakukan Polres Kampar Agustu 2019 lalu.

"Para pelanggar yang terjaring dalam Operasi Zebra Muara Takus 2019 di ini didominasi oleh pengendara roda dua, untuk jenis pelanggaran terbanyak bagi pengendara kendaraan roda dua ini adalah masalah penggunaan Helm SNI, sedangkan untuk pengendara roda empat keatas adalah tentang penggunaan sabuk keamanan," kata Kasatlantas Polres Kampar, AKP Fauzi, Rabu (6/11).

Untuk kecelakaan lalulintas selama Operasi Zebra Muara Takus 2019 di Kampar terjadi 7 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 2 orang, luka berat 7 orang dan luka ringan sebanyak 1 orang serta kerugian materil sebesar Rp 32 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Satlantas Polres Kampar bahwa untuk usia pelanggar lalulintas yang terbanyak adalah kelompok usia 21 hingga 25 tahun, sementara untuk pekerjaan atau profesi pelanggar lalulintas terbanyak adalah karyawan atau swasta disusul pelajar atau mahasiswa.

AKP Fauzi menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Zebra, baik dari internal Polres Kampar maupun Stake Holders terkait dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar serta Kodim 0313/ KPR yang telah bersinergi dengan baik.

Ia mengatakan tujuan digelarnya Operasi Zebra 2019 ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalulintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas.

Semoga tujuan utama operasi ini dapat tercapai yang tentunya akan berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan lalulintas serta fatalitas korban lakalantas, jelasnya.

586 Kendaraan Terjaring Selama Operasi Zebra Muara Takus di Kepulauan Meranti

Operasi Zebra Muara Takus 2019 telah resmi berakhir pada Selasa 5 Novber 2019 yang lalu.

Sejak dimulai 23 Oktober yang lalu Polres Kepulauan Meranti menjaring sebanyak 586 kenderaan selama operasi.

Operasi Zebra Muara Takus 2019 yang dilaksanakan oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kepulauan selama 14 hari tersebut mengamankan 382 kendaraan yang ditilang sedangkan 204 mendapat teguran.

Demikian diungkapkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, SIK. MH, melalui Kasat Lantas, AKP Teguh Wiyono, SH. MH, usai mengikuti anev dan ekspose hasil giat Operasi Zebra Muara Takus 2019, di Mapolres Kepulauan Meranti, Rabu (6/11/2019) siang.

"Ada 382 kendaraan ditilang dan itu kebanyakan masyarakat umum. Untuk teguran sangat banyak, bahkan kendaraan yang di tilang kebanyakan melakukan pelanggaran tidak mengunakan helm, kemudian surat-surat dan kelengkapan lainnya," ungkap Teguh.

Diungkapkan Teguh, dalam melakukan Operasi Zebra Muara Takus 2019 setiap satu hari ada dua titik yang menjadi lokasi operasi dan di sore hari di fokuskan Jalan Merdeka (jalan protokol, red) tepatnya di depan Kantor Satlantas Kepulauan Meranti.

Dirinya berharap melalui operasi yang dilakukan tersebut semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berkendara.

"Mudah-mudahan para pengendara yang ada di Kepulauan Meranti bisa tertib dalam berkendara. Jangan tertib saat adanya operasi namun belajarlah tertib disetiap saat berkendara," tegasnya.

Dijelaskan Teguh, setelah usai Operasi Zebra Muara Takus 2019, pihaknya akan melaksanakan operasi rutin guna sekaligus kanseltibcar lantas jelang natal dan tahun baru 2020 mendatang.

"Operasi rutin tetap kita laksanakan, kalau dilihat dari data sebelumnya, di tahun 2018 jumlah pelanggar sebanyak 408 dan di tahun 2019 menjadi 586 pelanggar. Sementara untuk tilang di tahun 2018 ada sebanyak 142 dan di tahun 2019 sebanyak 383 tilang. Kemudian untuk teguran ada 266 yang menurun menjadi 204 teguran di tahun 2019," pungkasnya.

Tribunpekanbaru.com/Johanes Wowor Tanjung - 1.332 Pengendara Terjaring Operasi Zebra 2019 di Pelalawan, 18.725 Pengendara di Riau Ditilang

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved