Breaking News:

Dalam Waktu Enam Bulan, Sudah 24 Kali Pria Ini Mencabuli Anak Kandungnya yang Berusia 12 Tahun

Berawal dari ribut-ribut pasangan suami istri (pasutri) terungkap peristiwa yang memalukan.

Editor: Budi Rahmat
Ahmad Zaimul Haq/Surya
ilustrasi anak 

Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 23.00 Wita.

Usai menyetubuhi korban, para pelaku kemudian melarang korban untuk pulang.

Mereka meminta korban yang notabenenya memiliki keterbelakangan mental, untuk menginap di rumah milik KJ.

Hingga keesokan harinya, tepatnya pada Senin (12/10/2020) pukul 05.00 wita, korban kembali digagahi.

Kali ini dilakukan pemilik rumah, berinisial KJ.

Bahkan, usai digagahi oleh KJ, datang dua orang pria berinisial T dan satunya lagi tidak diketahui identitasnya, yang juga memaksa korban untuk melakukan hubungan badan.

Sehingga sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, korban tercatat disetubuhi sebanyak empat kali, dengan jumlah pelaku sebanyak enam orang.

Usai digagahi di rumah KJ, pada Minggu sore, korban kemudian dibawa lagi oleh tersangka Berit, Rudi dan KJ ke Desa Alasangker, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Ketiga pelaku mulanya berdalih jika motor milik korban diperbaiki di bengkel yang ada di Desa Alasangker.

Setibanya di desa tersebut, ketiga pelaku rupanya mengenalkan korban kepada tersangka Wawan dan GA.

Malangnya, oleh tersangka GA, korban disetubuhi di semak-semak.

Sementara Wawan menyetubuhi korban di rumahnya.

Usai disetubuhi, Wawan kemudian mengajak korban ke sebuah bengkel.

Di bengkel itu, korban disetubuhi lagi oleh seorang pria yang tidak diketahui identitasnya di bengkel tersebut.

Usai disetubuhi di bengkel, korban dihubungi oleh temannya berinisial E, dan minta untuk dijemput di sebuah tempat.

Setelah dijemput, E rupanya membawa korban ke sebuah rumah dan disetubuhi lagi.

"Selama pergi dari rumah, keluarga korban sudah berusaha melakukan pencarian. Hingga akhirnya korban berhasil ditemukan oleh orangtuanya pada hari Selasa (13/10/2020) di Desa Alasangker," ujarnya.

"Korban kemudian diajak pulang dan akhirnya menyampaikan ke orangtuanya bahwa ia telah disetubuhi oleh sejumlah pria," terang AKBP Sinar.

"Pelaku satu dan pelaku lain tidak saling kenal. Mungkin saat pelaku satu melakukan persetubuhan, ada yang melihat, sehingga ikut menyetubuhi korban," ujarnya.

"Ada juga dengan modus ingin membantu mengantarkan korban pulang ke rumah, namun korban malah diajak ke TKP lain untuk disetubuhi," jawab AKPB Sinar.

Korban masih trauma

Sementara terkait kondisi korban, AKBP Sinar menyebut hingga saat ini korban masih dalam kondisi trauma dan masih diberikan pendampingan oleh psikolog.

"Hasil visum nanti akan kami buka. Yang penting penyidik sekarang sudah yakin bahwa dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ada 10 orang tersangka yang terlibat atas kasus persetubuhan itu,' kata AKBP Sinar.

"Kasus ini akan kami tangani secara profesional, karena ini tindakan yang sangat keji, dan mencoreng generasi muda. Saya juga berharap orangtua betul-betul melakukan pengawasan terhadap anaknya, agar tidak terjadi perbuatan tercela seperti ini," tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Cabuli Anak Kandung Sendiri Sebanyak 24 Kali, Hendri Johanes Diciduk Polisi dan arike yang tayang di tribun-bali.com dengan judul Miris, Siswi SMP di Buleleng Bali Digilir 10 ABG, Pelaku Pacar Sendiri hingga 7 Anak di Bawah Umur

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved