Breaking News:

Video Call Mesum Jerat Oknum DPRD Berinisial SH,Massa TMP Minta Penjelasan,Ini Perkembangan Kasusnya

kasus video call mesum yang dilakukan oleh oknum DPRD Pelalawan berinisial SH dipertanyakan masyarakat

TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Massa dari oganisasi Tunas Muda Pelalawan (TMP) unjuk rasa di kantor DPRD Pelalawan Riau pada Rabu (17/3/2021), meminta penjelasan terkait kasus VCS oknum anggota dewan. 

BK DPRD diminta memberikan sanksi tegas kepada SH karena VCS dengan seorang wanita yang telah melanggar norma agama dan budaya di masyarakat.

Semestinya seorang legislator harus memberikan contoh yang baik dan jadi panutan bagi warga yang telah memilihnya

Selain itu, TMP mendesak Ketua DPRD Baharudin agar mengeluarkan surat rekomendasi sesuai dengan kewenangan BK.

Atas kesalahan dari oknum anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pelalawan V itu.

Sehingga keberadaan SH di lembaga dewan dipertimbangkan karena tidak layak lagi sebagai wakil rakyat.

"Kami meminta pimpinan DPRD membacakan hasil rapat BK terhadap masalah VCS oknum anggota dewan SH," tegas pendemo.

Setelah berorasi secara bergantian, mereka ditemui Ketua DPRD Baharudin didampingi staf Sekretariat Dewan.

Para pendemo sejak awal dikawal puluhan petugas keamanan dari Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, dan Satpol PP.

BK Sudah Bersidang

Massa dari oganisasi Tunas Muda Pelalawan (TMP) unjuk rasa di kantor DPRD Pelalawan Riau pada Rabu (17/3/2021), meminta penjelasan terkait kasus VCS oknum anggota dewan.
Massa dari oganisasi Tunas Muda Pelalawan (TMP) unjuk rasa di kantor DPRD Pelalawan Riau pada Rabu (17/3/2021), meminta penjelasan terkait kasus VCS oknum anggota dewan. (TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG)

Ketua DPRD Baharudin mengajak pendemo untuk berdialog di depan pintu kantor, setelah permintaan dialog di ruangan ditolak massa.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved