Breaking News:

Berita Pelalawan

Jalan di Tempat, Setahun Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat PTSL Bagan Limau oleh Kejari Pelalawan

Belum ada penetapan tersangka dalam perkara Pungli PTSL Desa Bagan Limau, padahal sudah setahun penyidikan dilakukan Kejari Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kasi Intelijen FA Huzni (kiri) dan Kasi Pidsus Frederick Daniel Tobing (Kanan) saat konferensi pers di kantor Kejari Pelalawan beberapa waktu lalu. Sudah setahun penyidikan dugaan pungli sertifikat PTSL Desa Bagan Limau Ukui berjalan tapi belum ada tersangka. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan masih mendalami kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL) tahun 2019 di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui.

Padahal proses penyidikan kasus tersebut telah satu tahun berjalan yang dimulai sejak Agustus tahun 2021.

Namun sampai September 2022 ini penyidik masih berkutat dalam proses penyidikan. Belum ada penetapan tersangka dalam perkara Pungli PTSL ini, meski penyidik kejaksaan telah memeriksa belasan saksi dari berbagai pihak yang diduga terlibat dalam program PTSL dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Proses penyidikan masih terus kota lakukan untuk mengungkap dugaan Pungli PTSL ini. Memang sudah berlangsung lama dibanding perkara lain, tapi kita yakin akan segera tuntas," ungkap Kasi Pidsus Kejari Pelalawan Frederick Daniel Tobing didampingi Kasi Intelijen FA Huzni kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (4/9/2022).

Seksi Pidana Khusus (Pidsus) telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak, dalam mengungkap peristiwa pidana dalam pengurusan sertifikat PTSL itu.

Selain itu, saksi ahli juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat penyidikan serta menambah saksi lain yang disarankan dan direkomendasikan ahli.

Penyidik, kata Daniel, sudah pernah langsung turun ke lokasi yakni Desa Bahan Limau Kecamatan Ukui.

Tim penyidik menyambangi kantor desa dan kantor kecamatan untuk memeriksa saksi tambahan.

Sekaligus mencari dokumen serta berkas yang diperlukan untuk membuat kasus ini terang benderang.

"Kita memastikan penanganannya profesional dan sesuai SOP. Tim juga mencari solusi jika ditemukan kendala dalam penyidikan," pungkasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved