Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Geger Putusan MK

Ulah Pendemo Tak Bertanggungjawab yang Rusak Pagar Gedung DPR RI, Dewan Rencanankan Perbaiki

Entah apa maksudnya meruska pagar gedung DPR RI dalam aksi kawan putusan MA , kini mau tak mau uang rakyat dipakai untuk perbaikan

Editor: Budi Rahmat
(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
Aksi panjat dan membobol pagar pintu masuk Gedung DPR dalam demonstrasi kawal keputusan MK pada Kamis (22/8/2024). 

Inilah yang kemudian dikhawatirkan ketika aksi disusupi orang tak bertanggung jawab.

Mereka bisa melakukan apa saja yang seolah itu merupakan massa aksi.

Setelah di pukul mundur , massa aksi kocar-kacir menyelamatkan diri.

Namun, justru malah melakukan aksi tak terpuji dengan membakar mobil polisi

Sesuai  UU no. 9 Tahun 1998 membatasi demonstrasi dilakukan pada jam 06.00-18.00 di tempat terbuka, dan 06.00-22.00 di lokasi tertutup. Juga tidak diperbolehkan melakukan demo

Jadi, aparat berhak melakukan pembubaran karena sudah melanggar aturan.

Namun yang terjadi malah massa anarkis dan berbuat tak terpuji.

Sebuah mobil polisi di Pospol Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2024) malam, dibakar massa.

Saksi mata bernama Faris (22) mengatakan, sekitar pukul 21.30 WIB, demonstran yang dipukul mundur aparat dari depan gedung MPR/DPR RI berlarian ke arah flyover menjelang perempatan Slipi.

Mereka ada yang berlarian ke arah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

"Pas massa pada kabur, pas banget ada polisi lagi mau ngeluarin mobil di Pospol Pejompongan," ujar Faris.

Massa kemudian menghancurkan mobil itu dengan batu.

Sebanyak empat polisi yang berada di dalamnya pun keluar dan berlarian ke arah Pospol Pejompongan.

"Ya sudah, habis itu dibakar sama-sama itu mobilnya," ujar Faris.

Aparat yang semula memukul mundur massa, mendengar bahwa mobil polisi dibakar. Mereka langsung menuju tempat kejadian perkara.

Mereka melontarkan sejumlah gas air mata hingga massa kembali mundur ke arah Bendungan Hilir.

Satpam Gedung BNI bernama Siprianus menambahkan, massa sempat melakukan perlawanan di Jalan Raya Pejompongan dengan melemparkan batu ke polisi.

"Massa tadi gabung sama warga ngelawan. Tapi karena ditembak gas air mata berkali-kali, massa mundur terus," ujar dia.

Hingga pukul 22.40 WIB, api yang melahap mobil polisi telah dijinakkan. Polisi memadamkan api menggunakan APAR.(*)

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved