Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Geger Putusan MK

Ulah Pendemo Tak Bertanggungjawab yang Rusak Pagar Gedung DPR RI, Dewan Rencanankan Perbaiki

Entah apa maksudnya meruska pagar gedung DPR RI dalam aksi kawan putusan MA , kini mau tak mau uang rakyat dipakai untuk perbaikan

Editor: Budi Rahmat
(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
Aksi panjat dan membobol pagar pintu masuk Gedung DPR dalam demonstrasi kawal keputusan MK pada Kamis (22/8/2024). 

"Buka, buka, buka pintu, buka pintunya, sekarang juga," kata mereka.

Tak lama berselang, para demonstran pun berhasil merobohkan pagar gedung DPR.

Setelah pagar dijebol, sejumlah demonstran pun merangsek ke bagian dalam pagar area Kompleks Parlemen.

Baca juga: Mengkhawatirkan, Siapa yang Mengajak Ratusan Pelajar Ikut Demo ke DPR RI, Pesan Berantai Lewat WA

Sejumlah pengunjuk rasa bersitegang dengan aparat kepolisian saat menyampaikan aspirasinya di Gerbang Pancasila (belakang) kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Sejumlah pengunjuk rasa bersitegang dengan aparat kepolisian saat menyampaikan aspirasinya di Gerbang Pancasila (belakang) kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2024). (tribunnews/irwan rismawan)

Ratusan Pelajar Ikut Demo

Mengkhawatirkan, ratusan ikut dalam aksi kawal putusan MK di gedung DPR RI .

Kehadiran para pelajar ini sejatinya tdiak penting dan tidak ada hubungannya dnegan tugas mereka .

Justru keberadaan para pelajar ini malah membuat kondidi aksi jadi kacau dan bisa memicu kesalqahpahaman .

Tak hanya itu saja , keberadaan para pelajar ini bisa saja mejadi celah bagi orang tak bertanggungjawab untuk membuat skenario agar apart penegak hukum terjebak dalam keputusan tegas .

Ini lah yang menjadi persoalan setiap adanya aksi besar di Jakarta .

Parahnya , mereka ini malah berkoordinasi melalaui pesan Whatsapp untuk melakukan aksi di gedung DPR RI

Terkait dengan hal itu , Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan terhadap pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi menolak RUU Pilkada di depan Gedung DPR, Kamis (22/8/2024).

Komisioner Pengampu Kekerasan Fisik Psikis Anak Situasi Darurat dan Anak Disabilitas, Diyah Puspitarini, melaporkan bahwa ratusan pelajar mendatangi area Gedung DPR RI sekitar pukul 18.00 WIB setelah berkoordinasi melalui WhatsApp dan aplikasi lainnya.

"KPAI menemukan sekitar ratusan anak pelajar yang ikut aksi pada sore hari dan berkelompok, yang datang dari arah Gelora Bung Karno (GBK), tol, dan Bendungan Hilir (Benhil) pada pukul 18.00 WIB," kata Diyah Puspitarini dalam keterangan yang diterima Kompas.com.

KPAI terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terluka akibat demo di depan Gedung DPR RI.

"Pada waktu penyisiran massa aksi, KPAI menemukan ada beberapa pelajar yang terpukul dan jatuh serta diamankan di dalam Gedung DPR. KPAI masih menyisir pelajar yang dirawat dan mengalami luka-luka di RS terdekat dari lokasi," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved