Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pilkada Kampar 2024

Pilkada Kampar, Muncul Opsi Berpasangan dengan Repol atau Yusri, Begini Respon Ardo

Rahmad Jevary Juniardo telah mengikuti penjaringan bakal calon di beberapa partai untuk maju di Pilkada Kampar

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
Instagram
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kampar Rahmad Jevary Juniardo 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Spekulasi terkait koalisi partai dan duet bakal calon untuk Pilkada Kampar bermunculan.

Salah satunya terkait pencalonan Rahmad Jevary Juniardo.

Ia adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kampar.

Putra Mantan Bupati Kampar, Jefry Noer ini mencalonkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dan telah mengikuti penjaringan bakal calon di beberapa partai.

Ketidakjelasan koalisi partai dan duet bakal calon di Kampar hingga kini, menimbulkan berbagai spekulasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunpekanbaru.com, ada opsi Ardo dipasangkan dengan Repol atau Yusri.

Repol merupakan Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kampar. Ia yakin akan mendapatkan dukungan partainya di tingkat pusat.

Sejak awal, Wakil Ketua DPRD Kampar ini dikabarkan telah mantap dengan Edwin Pratama Putra sebagai bakal calon wakilnya. Isu ini muncul dalam penjaringan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Skemanya koalisi Golkar dan PKS dengan kekuatan 10 kursi di DPRD Kampar periode 2024-2029 dan memenuhi syarat pencalonan minimal sembilan kursi. Golkar memiliki tujuh kursi dan PKS tiga kursi.

Baca juga: Penyerahan Dukungan PKS di Pilkada Kampar Diundur Sehari, Ini Bocoran Calon Bupati yang Dipilih

Baca juga: Semua Wajah Baru, Ini Daftar dan Partai 13 Anggota DPRD Kampar Terpilih Belum Setor LHKPN ke KPU

Peluang duet itu berubah muncul ketika PKS menyatakan DPP akan memberi rekomendasi hanya kepada bakal calon bupati atau nama tunggal. Penyerahannya dijadwalkan pada Rabu (27/7/2024).

Repol dan Ardo juga pernah melakukan pertemuan empat mata di Jakarta beberapa waktu lalu. Ardo mengakui pertemuan itu membahas wacana duet.

Opsi lain yang muncul, Ardo dengan Yusri.

Informasi yang dihumpun Tribunpekanbaru.com menyebutkan, opsi itu berkaitan dengan peluang koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Seperti diketahui, Yusri sudah mengantongi Surat Tugas dari Gerindra. Tetapi surat itu masih nama tunggal.

Yusri juga sempat dikabarkan menerima Surat Tugas dari DPP Demokrat. Meski kabar itu belum terkonfirmasi kebenarannya hingga kini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved