Rabu, 3 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Citizens Journalism

Kolaborasi Pacu Jalur Memacu Laju Pendidikan Riau

Kualitas pendidikan di Provinsi Riau belum sepenuhnya merata. Tanoto Foundation ambil bagian bersama segenap stake holder berusaha mewujudkannya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: FebriHendra
Foto/Istimewa
Satri Siswanto (System Strengthening Unit Tanoto Foundation) 

Minimnya harmonisasi program nasional dan rencana daerah membuat intervensi pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan bersifat parsial.

Pihak Provinsi Riau bahkan telah merangkum sejumlah faktor penyebab yang melatari rendahnya partisipasi sekolah, yakni faktor geografi, faktor ekonomi, faktor sosial terutama soal persepsi belum pentingnya pendidikan menengah, hingga kesenjangan jumlah SMP dan SMA. 

Dalam "Pacu Jalur" pendidikan ini, "dayung" dan "sampan" telah disiapkan dan diketahui kondisinya. Saatnya bersama-sama menyatukan irama untuk mengayuhnya.  

Kolaborasi Kunci Transformasi

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Riau sebenarnya tak berpangku tangan melihat kondisi itu.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau telah memperkuat kapasitas kepala sekolah dan pendamping satuan pendidikan melalui Lokakarya Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data di 12 kabupaten/ kota.

Program ini membantu sekolah menganalisis capaian literasi dan numerasi serta merancang intervensi sesuai konteks lokal.

Pendekatan berbasis data tersebut menjadi fondasi perubahan kebijakan dari berbasis asumsi menjadi berbasis bukti (evidence-based policy). 

BPMP melakukan monitoring capaian SPM, bimbingan teknis bagi pengawas dan guru, serta dukungan digitalisasi pembelajaran untuk mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan.

Selain itu, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau melaksanakan training of trainer (ToT) atau pelatihan tentang pembelajaran mendalam, pengembangan kepemimpinan sekolah, serta pelatihan tenaga kependidikan guna memperkuat manajemen dan supervisi akademik. 

Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Siak, Bengkalis, Dumai, dan Pekanbaru berfokus pada pelatihan guru interaktif, penyelarasan kebijakan dengan Dewan Pendidikan, dan revitalisasi PAUD melalui optimalisasi APBD. 

Sebagai mitra pembangunan, Tanoto Foundation turut berkontribusi melalui program Literasi Numerasi Grant Project (LNGP).

Program ini melibatkan 204 sekolah dan 347 guru serta kepala sekolah di empat kabupaten/kota mitra di Riau.

LNGP berfokus memperkuat literasi dan numerasi melalui transformasi pembelajaran berdiferensiasi, adaptif, dan mendalam termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran berbasis proyek. 

Melalui program ini, guru didorong untuk berinovasi dan menciptakan pembelajaran numerasi yang menyenangkan melalui permainan, lagu, dan cerita. 

Salah satunya adalah terobosan kreatif Bu Guru Nurhayati di Dayun, Siak, dengan permainan ular tangga numerasi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved