PERSPEKTIF
Mengendalikan Gejolak Harga Menjelang Nataru
Memasuki Bulan Desember, harga kebutuhan pokok yang dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan mengahantui masyarakat Pekanbaru
Penulis: Erwin Ardian1 | Editor: FebriHendra
Mengendalikan Gejolak Harga Menjelang Nataru
Oleh: Erwin Ardian
Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru
KENAIKAN harga kebutuhan pokok kembali menghantui masyarakat Pekanbaru pada awal Desember ini.
Lonjakan harga sejumlah komoditas, terutama cabai merah, menjadi sinyal betapa rentannya struktur distribusi pangan Riau terhadap gangguan eksternal.
Di pasar tradisional, pedagang mengeluhkan pasokan yang tersendat dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dua provinsi penyangga utama distribusi bahan pokok ke Riau.
Ketergantungan ini kembali memperlihatkan titik lemah yang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca juga: Harga Cabai di Pekanbaru Senin Pagi: Pasokan Mulai Lancar, Cabai Merah Sumbar Rp 120 Ribu Perkilo
Baca juga: Harga Cabai Merah Asal Sumbar di Bengkalis Rp 130 Ribu Per Kilogram, Distribusi Sayur Masih Lancar
Cabai merah menjadi komoditas yang paling mencolok kenaikannya. Harga cabai asal Sumatera Barat masih bertengger di Rp 120 ribu per kilogram, sedangkan cabai dari Sumatera Utara berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram.
Meski turun dari level akhir pekan lalu yang sempat menyentuh Rp 140 ribu, harga tersebut tetap jauh dari kondisi ideal.
Masyarakat tentu menjadi pihak pertama yang menanggung beban kenaikan ini, sementara pedagang ikut terdampak karena daya beli ikut menurun.
Di sisi lain, sejumlah komoditas lain memang masih stabil. Bawang merah tetap berada di angka Rp 50 ribu per kilogram dan bawang putih di kisaran Rp 35 ribu. Namun kestabilan ini tidak cukup untuk meredam kekhawatiran warga.
Pengalaman menunjukkan bahwa jika pasokan terganggu dalam satu komoditas, efek domino berpotensi meluas ke barang pokok lainnya.
Sebelum masuk ke periode Natal dan Tahun Baru, gejolak semacam ini patut diwaspadai.
Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat merespons situasi ini. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyatakan tengah merancang langkah penanganan jangka pendek agar harga tidak semakin melambung.
Pernyataan bahwa “solusi sedang dicari” tentu menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Akan tetapi, publik menunggu lebih dari sekadar janji: masyarakat membutuhkan langkah konkret yang bisa langsung dirasakan dampaknya.
Salah satu persoalan fundamental adalah tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan dari luar daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pemred-Tribun-Pekanbaru-Erwin-Ardian.jpg)