PERSPEKTIF
Mengendalikan Gejolak Harga Menjelang Nataru
Memasuki Bulan Desember, harga kebutuhan pokok yang dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan mengahantui masyarakat Pekanbaru
Penulis: Erwin Ardian1 | Editor: FebriHendra
Ketika bencana melanda wilayah penghasil, distribusi terganggu dan harga melonjak. Ini bukan fenomena baru, tetapi persoalan berulang yang belum mendapat penyelesaian strategis.
Ketergantungan ini menjadikan Riau rentan, padahal potensi sektor pertanian lokal sebenarnya cukup besar jika dikelola dengan benar.
Di tengah situasi ini, pemerintah daerah harus memprioritaskan koordinasi lintas OPD, terutama dinas perdagangan, dinas pertanian, serta instansi yang mengatur rantai pasok dan distribusi.
Solusi tidak boleh sekadar menjadi forum formalitas, melainkan harus melahirkan solusi operasional. Operasi pasar dapat menjadi langkah awal, namun penyelesaian jangka panjang jauh lebih penting.
Selain itu, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kebutuhan pokok biasanya meningkat signifikan.
Pemprov Riau mengklaim stok sembako aman untuk menghadapi Nataru. Pernyataan ini tentu menenangkan, tetapi tetap perlu dibarengi transparansi data dan kesiapan intervensi apabila situasi berubah.
Pemantauan harus dilakukan harian, bukan mingguan, karena dinamika harga di pasar seringkali berubah cepat.
Momentum ini semestinya menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap ketersediaan produksi pangan lokal.
Sudah saatnya Riau melakukan investasi lebih serius dalam penguatan sektor pertanian, termasuk pemberdayaan petani, perbaikan infrastruktur pasokan, dan dukungan terhadap distribusi internal.
Diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah yang harus ditempuh agar Riau tidak terus-menerus berada dalam posisi bergantung.
Keterlibatan pemerintah kabupaten/kota juga tak kalah penting. Pengendalian harga bukan hanya tugas pemerintah provinsi, melainkan kerja bersama antarwilayah.
Jika setiap daerah memperkuat ketahanan pangan masing-masing, Riau secara keseluruhan akan lebih siap menghadapi gangguan eksternal.
Pada akhirnya, gejolak harga yang terjadi saat ini adalah pengingat bahwa ketahanan pangan tidak boleh hanya menjadi slogan.
Riau membutuhkan strategi jangka panjang yang memperkuat produksi lokal dan memperbaiki rantai distribusi.
Tugas pemerintah bukan hanya merespons ketika harga melonjak, tetapi memastikan mekanisme yang membuat harga tetap stabil.
Masyarakat menunggu tindakan nyata, karena pangan adalah kebutuhan dasar, dan kestabilannya mencerminkan keberpihakan pemerintah pada kesejahteraan rakyat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pemred-Tribun-Pekanbaru-Erwin-Ardian.jpg)