Pelalawan

Terancam Gugur, Ada CPNS Lulus di Pelalawan Berstatus Caleg

Dari 256 CPNS Pelalawan yang lulus tahun lalu dan ikut pemberkasan, ternyata ada satu CPNS yang terdaftar sebagai calon legislatif.

Terancam Gugur, Ada CPNS Lulus di Pelalawan Berstatus Caleg
Tribun Pekanbaru/Dian Maja Palti Siahaan
FOTO ILUSTRASI - Pemberkasaan CPNS 2018 di Pemkab Pelalawan yang Lulus 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Palti Siahaan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Dari 256 CPNS Pelalawan yang lulus tahun lalu dan ikut pemberkasan, ternyata ada satu CPNS yang terdaftar sebagai calon legislatif. CPNS tersebut pun terancam gugur.

Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKP2D) sudah konsultasi terkait hal ini dengan BKN. BKP2D Pelalawan pun sedang mengumpulkan bukti - bukti.

"Memang ada satu CPNS yang lulus daftar caleg. Ini sedang kita proses," kata kepala BKP2D Pelalawan Edi Suriandi, Selasa (28/1/2019).

Baca: Bocah 13 Tahun Murid Kelas 6 SD Melahirkan Secara Caesar, Korban Kebejatan Sang Paman

Edi Suriandi sendiri tidak mau memberi data terkait CPNS tersebut. Lulus di formasi mana dan caleg partai apa. Begitu juga apakah caleg kabupaten, propinsi atau pusat.

Saat ini pihaknya sudah menugaskan petugas BKP2D Pelalawan untuk mencari dokumen - dokumen yang membuktikan hal tersebut. Sehingga didapat bukti - bukti yang kuat.

Petugas yang ditugaskan mencari dokumen tersebut mencari ke KPU dan juga ke partai yang bersangkutan.

"Yang caleg uni kita pastikan batal (CPNS)," terangnya.

Bila memang bukti - bukti menunjukkan yang bersangkutan memang terdaftar dalam caleg dan anggota partai tertentu, dipastikan caleg tersebut akan gugur sebagai CPNS. Walau mundur dari caleg.

Baca: Pegawai Pemkab Inhu Dihukum Akibat Terlambat Upacara, Ramai-ramai Dijemur di Halaman Kantor Bupati

Sebab, lanjutnya, yang bersangkutan sudah melanggar syarat sejak awal. Yakni tidak terlibat atau terdaftar sebagai salah satu anggota partai politik.

"Dari awal sudah langgar aturan," terangnya.

Dikatakannya, bila yang bersangkutan merasa dirugikan, bisa melakukan pembelaan. Namun Edi merasa tidak mungkin lembaga terkait seperti KPU punya niat memalsukan dokumen yang bersangkutan. (*)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved