Pekanbaru

Dihadapan Gubri, Wali Kota Pekanbaru Jawab Kisruh Penerima Bansos Covid-19 : Pemko Belum Punya Data

Pada rapat terbatas bersama Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT mengakui Pemko belum memiliki data konkrit masyarakat terdampak Covid-19

Istimewa
Gubernur Riau Syamsuar, Rabu (18/3/2020) melaksanakan rapat online dengan bupati dan walikota se Provinsi Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Usai menggelar pertemuan terbatas dengan Walikota Pekanbaru, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar akhirnya angkat bicara terkait temuan kisruh bantuan sosial kepada warga yang terdampak Covidi19 di Pekanbaru.

Sebab sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sejumlah RT dan RW di Pekanbaru menolak bantuan dari Pemko Pekanbaru karena penerimanya tidak sesuai dengan jumlah yang diusulkan.

"Kemarin kan suara-suara terkait bantuan sosial di Kota Pekanbaru. Tadi sudah kita sepakati bersama, ada 45 ribu KK yang akan kita dukung dari Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru," kata Gubri didamping Walikota Pekanbaru, Firdaus MT usai rapat terbatas di Gedung Daerah, Jumat (1/5/2020).

Termasuk di Pekanbaru Penerima Bansos Tak Akurat, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Mutakhirkan Data

Perpanjangan PSBB di Kota Pekanbaru, Walikota: Kita Minta Pendapat Gubernur Dulu

"Nanti akan kita top up dari Pemprov sebesar 300 ribu per KK selama tiga bulan. Harapan kita ini bisa meringankan beban warga kita yang terdampak Covid-19," ujarnya.

Dihadapan Gubernur Riau, Syamsuar, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, menyampaikan Klarifikasi terkait kisruh bantuan sosial kepada warga terdampak Covid-19 di Pekanbaru.

Firdaus mengakui jika Pemko Pekanbaru belum memiliki data masyarakat terdampak Covid-19 yang seharusnya mendapatkan bantuan sosial.

Akibatnya Pemko harus melakukan pendataan ulang kembali dengan menghimpun data dari tingkat RT dan RW. Kondisi inilah yang menyebabkan lamanya bantuan dari Pemko Pekanbaru diterima oleh masyarakat.

"Kemensos meminta kita untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak covid-,19 dan pemerintah kota belum punya data itu. Makanya kita minta RT RW dikoordinir oleh lurah dan camat untuk mendapat warganya yang terdampak Covid-19," jelas Firdaus.

Namun sayang, setelah data usulkan dari RT dan RW tersebut disampaikan ke Pemko Pekanbaru justru menimbulkan masalah baru.

NEWS VIDEO: DPRD Rohul Dikirimi Bantuan Sembako, Seorang Anggota Dewan Ngamuk Lempar Sembako

Penyebabnya karena jumlah usulan nama-nama penerima yang disampaikan oleh RT dan RW tidak bisa diakomodir seluruhnya oleh Pemko Pekanbaru.

Dari 132 Ribu KK yang diusulkan oleh ketua RT dan RW se Kota Pekanbaru sejauh ini yang sudah diberikan bantuan baru sekitar 15 Ribu KK.

"Tahap pertama sudah kita bantu 15 ribu, nanti tahap ke II akan ada lagi 35 ribu yang akan diberikan bantuan berupa paket sembako senilai Rp 250 ribu per KK. Tadi pak Gubernur juga sudah menyampaikan dari Pemprov juga nanti akan memberikan bantuan uang tunai Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulam kepada keluarga yang sama dengan yang kita berikan bantuan," katannya. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved