Breaking News:

Pelalawan

Bahas Limbah, Komisi ll DPRD Pelalawan Bakal RDP dengan PT Serikat Putra dan DLH Serta Masyarakat

Selain pihak perusahaan, DPRD akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat yang menjadi pelapor adanya limbah yang meluber.

istimewa
Limbah milik PKS PT Serikat Putra yang meluber hingga mencemari Sungai Kerumutan Kelurahan Rawang Empat Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan, Selasa (27/7/2020) lalu. Tim DLH telah mengambil sampel untuk diperiksa ke laboratorium. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan Riau menjadwalkan pemanggilan PT Serikat Putra terkait insiden bocornya limbah perusahaan pada Selasa (28/7/2020) pekan lalu.

Komisi ll DPRD akan memasukan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam jadwal Badan Musyawarah (Banmus) pada Bulan Agustus ini. Para pihak akan diundang untuk membahas polemik limbah milik PT Serikat Putra yang bocor hingga mencemari lingkungan sekitarnya. Selain pihak perusahaan, DPRD akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat yang menjadi pelapor adanya limbah yang meluber.

"Hari ini kami melaksanakan Banmus untuk menjadwalkan semua kegiatan selama Bulan Agustus ini. Disitu akan kita masukkan jadwal pemanggilannya," tutur Ketua Komisi ll DPRD Pelalawan, Abdul Nasib SE, kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/8/2020).

DLH Pelalawan Diminta Tegas, Legislator Kecam Pencemaran Sungai Kerumutan Limbah Perusahaan Ini

Abdul Nasib menyebutkan, pihaknya ingin mendudukan persolan limbah yang bocor dari Land Aplikasi (LA) milik PT Serikat Putra. Cairan yang berwarna hitam dan berbau itu sampai mengalir ke Sungai Kerumutan di Kelurahan Rawang Empat Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan.

Walaupun perusahaan perkebunan kelapa sawit sudah mengakui adanya kelalaian dari karyawan yang mengurus pengolahan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Namun perlu dibahas agar tidak terulang kembali dikemudian hari dan menjadi pelajaran bagi PT Serikat Putra serta perusahaan lain.

"Perusahaan juga harus siap jika kemudian hari ada pertanggunjawaban yang dituntut sebagai sanksi atas kelalaiannya," tandas politisi Partai Gerindra ini.

VIDEO Sungai Kerumutan di Pelalawan Berubah Hitam dan Berbau Diduga Tercemar Limbah PT Serikat Putra

Abdul Nasib juga menekankan kepada Salah agar profesional dan menjalankan prosedur yang berlaku atas kesalahan yang dilakukan perusahaan. Jika kemudian ada sanksi yang musti diterapkan, segera direalisasikan.

Kepala DLH Pelalawan, Eko Novirta menuturkan, pengambilan lima sampel air dari lima lokasi dengan titik koordinat tertentu diantaranya sampel satu diambil di sumber kebocoran LA. Sampel kedua di parit sebelum pertemuan limbah dengan parit perusahaan . Ketiga di parit pertemuan dengan limbah perusahaan, keempat dari ujung parit perusahaan dengan Sungai Kerumutan. Terakhir sampul diambil di Sungai Kerumutan.

"PT Serikat Putra mengakui memang ada kelalaian dalam pengolahan limbah hingga meluber sampai ke parit dan berujung ke sungai. Hasil lab akan keluar dua pekan sejak dikirimkan," tandas Eko Novirta.

Antar Sampel ke Pekanbaru, DLH Pelalawan Dalami Dugaan Pencemaran Sungai Akibat Limbah Pabrik Sawit

Sampel diperiksa di laboratorium Kesehatan Provinsi Riau lantaran saat tim yang membawa sampel tiba di Pekanbaru, laboratorium Dinas PUPR Riau sudah tutup dan terpaksa dialihkan ke Lab Kesehatan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved