Breaking News:

Pelecehan mahasiswi UNRI

Rekonstruksi Kasus Cabul 'Bibir Mana Bibir' dengan Tersangka Dekan FISIP UNRI, Mahasiswi Nangis

Mahasiswi HI sempat nangis saat jalani rekonstruksi kasus cabul, 'bibir mana bibir' dengan tersangka Dekan FISIP UNRI

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM / RIZKY ARMANDA
Jalani rekonstruksi dengan tersangka Dekan FISIP UNRI, mahasiswi HI korban pelecehan kasus cabul sempat nangis. 

"Korban memang sudah mencoba mengikuti kegiatan apa yang membuat dia tenang, sudah keluar rumah," terang Rian.

Ditanyai seperti apa kelanjutan proses bimbingan skripsi korban, Rian berujar, dosen pembimbing korban sudah diganti, yang sebelumnya adalah Syafri Harto.

Korban juga sudah berkomunikasi dengan dosen pembimbing yang baru.

"Ini untuk kelanjutan akademik korban," sebut Rian.

Diungkapkan Rian, untuk kondisi psikis korban pasca mengalami kejadian pelecehan seksual, belum bisa diprediksi kapan akan stabil.

Menurut Rian, pemulihan bisa saja memakan waktu yang cukup lama.

"Kalau pengalaman teman-teman, itu 2 sampai 3 tahun. Dia pun tidak akan bisa pulih sepenuhnya. Cerita dari teman-teman penyintas yang berbagi pengalaman, sampai 4 tahun baru bisa lagi mengembalikan kepercayaan dirinya," jelas Rian.

"Tapi kalau mendengar ada kasus seperti ini, dia jadi marah, geram, atau benci. Karena dia ke-trigger kan. Jadi memang butuh waktu lama," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi melakukan rekonstruksi terkait kasus dugaan pencabulan yang menyeret Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, korbannya adalah mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI, berinisial L (21).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved