Peredaran Narkoba di Riau

Kriminolog Sebut Hal Ini yang Berpengaruh pada Tingginya Kejahatan Peredaran Narkoba di Riau

Kriminolog di Riau Sebut Demografi, Pola Komunikasi Canggih, Jejaring Luas Berpengaruh pada Tingginya Kejahatan Narkoba

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Assoc. Prof. Dr. Kasmanto Rinaldi, SH, M.Si, Kriminolog dan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Riau. Ia menyebut demografi, pola komunikasi canggih, jejaring luas mempermudah Peredaran Narkoba di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberhasilan Polda Riau dalam mengungkap kasus 276 Kg mendapat apresiasi berbagai pihak.

Penangkapan sabu dengan barang bukti 276 Kg memang termasuk cukup besar.

Kriminolog di Riau yang merupakan dosen pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), Assoc. Prof. Dr. Kasmanto Rinaldi, SH, M. Si mengungkapkan keberhasilan itu tak luput dari peran Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal.

" Apresiasi dan harapan patut kita sematkan kepada Kapolda Riau dan jajarannya ini terkait kinerjanya selama memimpin Polda Riau. Terbaru, Kapolda dan jajarannya berhasil melakukan pengungkapan sebesar 276 Kg sabu," ucapnya.

Selama dalam kurun waktu 1 tahun lebih, jajaran Polda Riau yang dipimpin oleh Irjel Pol Mohammad Iqbal telah melakukan penegakan hukum dan berhasil mengungkap sekitar 1 ton lebih narkoba dengan jenis sabu dan jenis lainnya.

"Keberhasilan dan kerja keras Kapolda dan jajarannya ini patut kita berikan support," ujarnya.

Menurutnya, perang dengan kejahatan narkotika dan sejenisnya memang tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.

" Fenomena ini dapat dianalisa dari perspektif kriminologi bahwa narkotic crime atau kejahatan narkotika sudah merupakan kejahatan yang berada pada level organize crime atau kejahatan yang terorganisir dengan baik," urainya.

Dapat dimaklumi, karena pihak-pihak terkait baik pelaku, bandar, kurir maupun jejaring lainnya tidak hanya bersifat lokalistik dan tradisional.

Namun sudah melibatkan skala internasional dari berbagai negara dan melintasi berbagai negara pula.

Dalam konteks kepemilikan modal, mereka mempunyai modal capital yang besar, jejaring yang tersebar di mana - mana serta pola komunikasi yang sangat modern dan canggih.

Bakal sulit terdeteksi kalau masih menggunakan sumber daya yang biasa.

Selain itu mereka juga biasanya memiliki kode atau simbol tertentu yang sangat berpotensi bisa mengelabui aparat penegak hukum.

Oleh sebab itu, dengan kekuatan yang mereka punyai, ini jelas akan mempermudah mereka dalam menjalankan berbagai kegiatan dan targetnya.

Fakta lain yang seolah-olah "mendukung" massifnya kejahatan narkotika di wilayah Riau juga tidak luput dari kondisi demografi wilayah Riau yang sebagian besar adalah terdiri dari wilayah perairan atau pesisir.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved