Peredaran Narkoba di Riau

Polda Riau Musnahkan Narkoba Senilai Rp 96,5 Miliar, Sabu 83,47 Kg dan Ekstasi 43.651 Butir

Total barang bukti yang disita yakni sabu 83,47 kg dan esktasi 43.651 butir tersebut, dimusnahkan dengan cara dimasak.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Riau Brigjen K Rahmadi musnahkan barang bukti narkoba 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polda Riau memusnahkan barang bukti narkotika berupa sabu dan ekstasi senilai Rp 96,5 miliar.

Narkoba ini merupakan hasil sitaan dari penangkapan 12 orang tersangka dari 5 kasus yang berhasil diungkap.

Total barang bukti yang disita yakni sabu 83,47 kg dan ekstasi 43.651 butir tersebut, dimusnahkan dengan cara dimasak.

Polda Riau, juga telah telah mengantongi identitas bandar besar narkoba di Negeri Jiran Malaysia.

Bandar besar tersebut disinyalir sebagai pengendali masuknya barang haram beberapa kali ke wilayah Provinsi Riau. Termasuk yang berhasil diungkap ini.

Dari pengakuan para tersangka, polisi menyimpulkan mereka dikendalikan oleh bandar di Malaysia tersebut.

Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Riau Brigjen K Rahmadi menuturkan, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap bandar itu.

"Kami telah berkoordinasi dengan Interpol untuk segera menangkap tersangka yang berada di Malaysia tersebut. Semoga dalam waktu dekat bisa ditangkap," ungkap Brigjen Rahmadi didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti, saat ekspos kasus, Senin (30/9/2024).

Baca juga: Kantongi Identitas Bandar Besar Narkoba di Malaysia, Polda Riau Koordinasi Dengan Interpol

Baca juga: Breaking News: 12 Tersangka Jaringan Pengedar Narkoba di Riau Dibekuk Polda Riau

Menurut Brigjen Rahmadi, wilayah Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia, serta keberadaan pelabuhan kecil di daerah pesisir, membuat Riau menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan narkoba. 

Selain jadi sasaran peredaran, Riau juga menjadi tempat untuk memasukkan narkoba untuk dibawa ke daerah lainnya di Indonesia.

"Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat harus ditingkatkan," ujarnya.

Diungkap Brigjen Rahmadi, Polda Riau mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba selama ini.

Selain melakukan penindakan, Polda Riau juga terus berupaya melakukan pencegahan dan rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba.

Brigjen Rahmadi menerangkan, pengungkapan kasus narkoba dengan 12 tersangka, dan barang bukti sabu 83,47 kg dan esktasi 43.651 butir, merupakan hasil pengembangan dari lima laporan polisi yang diterima sebelumnya.

Nilai keseluruhan barang bukti itu cukup fantastis jika dinominalkan, yakni diperkirakan mencapai Rp96,5 miliar. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved