Pemprov Pilih Opsi Eksekusi Oleh Pengadilan Pada Lahan di Kawasan Unri

Pemprov Riau mengambil opsi untuk mengembalikan tanah di kawasan Universitas Riau dengan mekanisme eksekusi dari pengadilan untuk PT HTJ.

Tribunpekanbaru/dodivladimir
Ribuan mahasiswa dari Universitas Riau mendatangi kantor Gubernur Riau Kamis (13/9) sore. Ribuan Mahasiswa ini mengepung kantor Gubernur dari pintu depan dan pintu samping. Mahasiswa ini menyampaikan aspirasi terkait lahan kampus yang dieksekusi PT Hasrat Tata Jaya yang diduga akibat Pemprov Riau tidak melakukan ganti rugi. 

Mengingat untuk opsi ganti rugi tidak mungkin dilakukan. Dikarenakan objek sengketa sudah pernah diganti rugi.

Akibatnya, keberadaan aset gedung masing-masing Fakultas Hukum dan Auditorium yang ada di atas lahan itu menjadi terbengkalai pengerjaannya. Bahkan terancam dirobohkan.

Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Riau, Dwi Agus Arfianto, saat dikonfirmasi, membenarkan tentang adanya surat yang masuk dari Pemprov Riau tersebut.

"Jadi betul kita ada terima surat dari Pemprov Riau. Terkait opsi yang akan diambil pihak Pemprov untuk pelaksanaan putusan masalah sengketa tanah di Unri, yakni menyerahkan lahan kepada pihak penggugat (PT HTJ)," katanya, Selasa (28/1/2020).

Terungkap Siapa Sosok Pimpinan Tertinggi Sunda Empire Bunda Ratu, Ini Penampilannya

Untuk itu disebutkan Dwi Agus, pihaknya selaku penerima Surat Kuasa Khusus (SKK) dari pihak Pemprov Riau, akan mengundang kedua belah pihak, tentang opsi yang sudah diambil pihak Pemprov Riau.

Dalam hal ini Pemprov Riau sendiri serta PT HTJ, selaku pihak penggugat yang ditetapkan sebagai pihak yang menguasai lahan tersebut.

"Kami sifatnya sebagai penerima kuasa, intinya melaksanakan apa yang menjadi keinginan pihak principal. Sambil nanti mungkin kita akan memberikan beberapa guiding, atau rambu-rambu dari sisi yuridisnya. Konsekuensinya seperti apa," jelas Dwi Agus lagi.

"Kami akan memberikan framing yang lebih luas, cakrawala yang lebih luas kepada pemberi SKK," sambungnya.

Disinggung kapan waktu pelaksanaan pertemuan itu, Dwi Agus menjawab kemungkinan pada minggu depan.

"Mungkin minggu depan, kita segera agendakan," tutupnya.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved