Breaking News:

Pelalawan

Lima Proyek Ini Riskan Tak Selesai, Pemda Pelalawan Minta OPD dan Kontraktor Gesa Pengerjaan

Dibutuhkan pengawasan yang ketat dari pihak dinas dan konsultan kepada kontraktor terkait. Belum lagi musim hujan yang mengancam pelaksanaan proyek.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
Rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan, Rabu (21/10/2020), di auditorium lantai lll kantor Bupati Pelawan. (Ist) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Menjelang akhir tahun penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mulai mendata proyek fisik yang masuk kategori riskan.

Paket pekerjaan yang dikuatirkan tidak selesai hingga tahun anggaran berakhir jika tidak digesa pelaksanaannya mulai didata.

Hal itu dibahas dalam rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan, Rabu (21/10/2020), di auditorium lantai lll kantor bupati.

Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Zardewan yang diikuti seluruh pimpinan dan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Pulbaket Tuntas, Kejari Pelalawan Mulai Penyelidikan Dugaan Korupsi di Tubuh BUMD Tuah Sekata

Baca juga: Hari Ini Dua Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Pelalawan, Kasus Corona Capai 758

Dari hasil pertemuan, diketahui ada lima paket proyek pekerjaan yang diwanti-wanti tidak tuntas pengerjaannya.

Mengingat waktu yang semakin sempit dan masa penggunaan APBD tinggal dua bulan lagi.

"Ada lima proyek yang menjadi perhatian khusus, karena progresnya masih minim. Dikuatirkan tidak selesai kalau tak dipacu pengerjaannya," terang Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan, Tengku Zulfan, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (21/10/2020).

Tengku Zulfan merincikan, proyek masuk dalam masa riskan diantaranya yakni proyek pembangunan dan rehab gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan.

Progres pekerjaan masih 14 persen dari nilai kontrak mencapai Rp 2,1 Miliar dengan masa pengerjaan 120 hari.

Paket kedua yaitu proyek semenisasi di Kecamatan Kuala Kampar dengan nilai kontrak Rp 3,3 M.

Baca juga: Pasien Tanpa Gejala Harus Konsisten Isolasi Mandiri, Kasus Covid-19 di Pelalawan Mulai Melambat

Baca juga: VIDEO KPK Ingatkan Pemkab Pelalawan Terkait Manajemen Aset Daerah

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved