Berita Nasional

Geramnya Kapolri Jenderal Listyo Soal Polisi Bunuh Polisi di Lombok: Isyaratkan Tindakan Tegas

Melalui kuasa hukumnya, Misri mengungkapkan kronologi yang sebenarnya sebelum Brigadir Nurhadi dikabarkan tewas tak wajar di kolam. 

|
yotube Kompas tv
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus penembakan Brigadir J. Kapolri menerbitkan Telegram Khusus mutasi sejumlah Perwira. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara mengenai kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi.

Brigadir Nurhadi ditemukan tewas di kolam renang sebuah vila di Gili Trawangan pada 16 April 2025.

kini dipastikan menjadi korban kekerasan.

Dalam perkembangan kasus yang mengejutkan, dua atasannya Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Candra telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi kasus tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menindak tegas dua anggotanya yang terlibat.

Jika terbukti melanggar, Kapolri meminta dua anggota tersebut dipidanakan dan dipecat.

"Apabila terbukti, proses, pecat, dipidanakan,” kata Kapolri di Jakarta, Jumat (11/7/2025). 

“Saya kira dari dulu kami tidak pernah berubah, konsisten terkait dengan anggota yang melanggar,” ujarnya menegaskan.

Baca juga: PENYEBAB Kematian Arya Daru Diplomat LN Diketahui Satu Minggu Lagi, Polisi Beberkan Fakta Ini

Baca juga: TERNYATA Tersangka Dugaan Korupsi Pertamina Rp 285 Triliun M Riza Chalid Sudah Lama Tak di Indonesia

Diduga Dicekik

Dari hasil pemeriksaan, diduga Brigadir Nurhadi dikeroyok sebelum dimasukkan ke kolam renang.

Dokter ahli forensik, Arfi Syamsun mengungkapkan Brigadir Nurhadi diduga dicekik dan ditenggalamkan ke kolam dalam kondisi masih hidup.

Ia mengatakan hasil autopsi menunjukkan Nurhadi mengalami patah tulang lidah dan leher karena cekikan, luka-luka pada wajah hingga kaki, dan diduga tewas karena ditenggelamkan dalam kolam.

"Pada saat terjadi kekerasan di daerah leher yang bersangkutan masih hidup, faktanya adalah ada rasapan darah, kemudian yang bersangkutan ada di air dan itulah kemudian yang menghakhiri hidupnya adanya insipirasi air di dalam napasnya yang bisa mengalir ke otak, ginjal dan seterusnya," kata Arfi Syamsun dilansir Youtube Kompas TV, Kamis (10/7/2025).

Dipicu Soal Ini

Adapun diduga pemicu Brigadir Nurhadi dibunuh atasan karena soal wanita yang disebut dicium korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved